Triwulan 2 Pelajaran 6, 2026. 


Download Powerpoint




Kamis, 7 Mei 2026.

Musa Menjadi Perantara bagi Bangsa


Bacalah Keluaran 32: 31, 32. Apakah yang hal ini ajarkan kepada kita tentang Musa dan doa?

Musa dengan berani menjadi perantara bagi umat Allah berkali-kali. Musa berpaling kepada Allah ketika bangsa itu kehausan (Keluaran 15:25; 17: 2-6), ketika mereka kelaparan (Bilangan 11:21, 22), dan dalam keputusasaan yang mendalam (Bilangan 11:11-15).

Ketika bangsa Israel membuat anak lembu emas segera setelah Allah mengikat perjanjian dengan mereka, Musa mengingat kembali, "Sebab aku gentar karena murka dan kepanasan amarah yang ditimpakan TUHAN kepadamu, sampai Ia mau memunahkan kamu. Tetapi sekali ini pun TUHAN mendengarkan aku" (Ulangan 9:19).

Ketika para pengintai kembali dari Tanah Perjanjian, Musa mengenang, "aku sujud di hadapan TUHAN-empat puluh hari empat puluh malam lamanya aku sujud karena TUHAN telah berfirman akan memunahkan kamu” (Ulangan 9:25).

Ketika suku Lewi dipisahkan dari suku-suku lain untuk melayani di tempat kudus, Musa menulis, "Maka aku ini berdiri di atas gunung seperti yang pertama kali, empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan sekali ini pun TUHAN mendengarkan aku: TUHAN tidak mau memusnahkan engkau” (Ulangan 10:10). Allah mendengarkan permohonan Musa.

Kita bisa belajar banyak dari kehidupan Musa tentang doa dan berpegang teguh pada Allah:

Musa memiliki kasih yang dalam kepada Allah, dan gambaran yang jelas tentang karakter-Nya. Allah menggambarkan diri-Nya kepada Musa dalam Keluaran 34: 6: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya".
* Musa berani dan setia, terus berpegang pada Allah sepanjang perjalanan panjang dan melelahkan menuju Tanah Perjanjian. Walau mengalami perjuangan seperti kita semua, Musa tetap memercayai kuasa, kehadiran, dan pimpinan Allah dalam hidupnya (Keluaran 33:13).
* Musa mengingatkan Allah akan perjanjian-Nya (Keluaran 32:13), mengklaim janji-janji Allah atas nama umat-Nya (Ulangan 7:8), dan mengingat pimpinan Allah di masa lalu (Ulangan 8:2).
* Musa menerima jawaban Allah atas doanya, apakah itu "ya” atau “tidak". Memiliki hubungan yang dekat dengan Allah tidak secara otomatis berarti kita akan selalu mendapatkan apa yang kita inginkan (Ulangan 3:23–29), tetapi kita harus tetap berdoa dengan ketekunan (Lukas. 18: 1-8).

Siapa yang saat ini membutuhkan doa syafaat dari Anda? Apakah yang menghalangi Anda untuk berdoa sekarang juga?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp