Triwulan 2 Pelajaran 6, 2026.
Ketika sesuatu berjalan salah dalam hidup kita, kebanyakan dari kita akan menelepon sahabat dekat untuk membicarakannya. Ketika kita memiliki kabar baik, kita akan mencari seseorang untuk membagikannya. Kita bisa melakukan hal yang sama dengan Allah. "Doa adalah membuka hati kepada Allah seperti kepada seorang sahabat"-Ellen G. White, Kebahagiaan Sejati, hlm. 87.
Doa tidak hanya menjaga hubungan kita tetap terhubung dengan Allah, tetapi juga memberi tahu Iblis kepada siapa kita berpihak. Ketika kita berlutut untuk berdoa di pagi hari, itu seperti deklarasi fisik kepada kuasa kegelapan bahwa hari ini kita memilih Allah. Bukan hanya itu, Allah akan mengutus malaikat-malaikat ke sisi kita saat kita berdoa, dan kita diperkuat serta dilindungi dari musuh kegelapan (lihat Mazmur 91).
Tindakan berlutut dalam penyerahan menunjukkan sikap rendah hati. Ini berbeda dari duduk di kursi atau berbaring di tempat tidur saat kita berdoa meskipun kita tetap bisa berdoa dalam posisi-posisi tersebut. Namun, saat kita berlutut di hadapan Allah, hati kita lebih mudah menyerah, karena tubuh dan kata-kata kita menyatakan bahwa Dialah yang berdaulat dan kita hanyalah anak anak-Nya yang diciptakan.
Bacalah ayat-ayat Alkitab berikut dan renungkan kehidupan orang-orang yang berlutut ketika mereka berdoa: Daniel 6:10, Lukas. 22: 41, Kisah Para Rasul 7:60, Kisah Para Rasul 9:40, Kisah Para Rasul 20:36.
Berdiri saat berdoa adalah praktik umum pada zaman Alkitab (2 Tawarikh 20:5, 6, 13; 1 Samuel 1:26; Ayub 30:20; Lukas. 18: 11). Alkitab juga memberikan contoh orang-orang yang duduk saat berdoa (2 Samuel 7:18; 2 Raja-raja 4:38). Yang lain sujud dengan wajah menyentuh tanah di hadapan Allah-meskipun sikap ini lebih jarang dikaitkan langsung dengan doa, melainkan lebih kepada penyerahan diri di hadapan atasan (1 Raja-raja 1:47; Markus 14:35)
Apa sikap tubuh Anda saat berdoa? Alkitab tidak mengharuskan kita berdoa dalam posisi tertentu, tetapi sikap tubuh itu penting, karena mencerminkan rasa hormat kita, perasaan batin kita, dan keinginan kita untuk tunduk kepada Allah. Beberapa orang tidak mampu berlutut, jadi pada akhirnya, yang paling penting adalah kondisi hati. Jika Anda mampu berlutut tetapi biasanya tidak melakukannya, mengapa tidak mencoba berlutut pada saat doa Anda berikutnya dan lihat bagaimana hal itu memengaruhi waktu Anda bersama Allah?
Alkitab mengundang kita untuk "tetaplah berdoa" (1 Tesalonika 5:17), yang menyiratkan ketekunan (Kolose 4:2) dan ketabahan (Roma 12:12). Hari ini, saat Anda berdiri, duduk, berbaring, atau berjalan, arahkan pikiran Anda kepada Allah dan bicaralah kepada-Nya sebagai Sahabat Anda. Mulailah sekarang juga.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat