Triwulan 2 Pelajaran 6, 2026. 


Download Powerpoint




Minggu, 3 Mei 2026.

Daniel yang Setia


Daniel adalah salah satu pahlawan besar dalam Alkitab. Kita juga tahu kisah pertamanya (lihat Daniel 1): "Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja" (Daniel 1:8). Kepada Daniel dan ketiga temannya, "Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpiā€ (Daniel 1:17). Alkitab menggambarkan Daniel sebagai orang yang bijaksana (Daniel 1:20; 2: 14, 21, 23, 48) karena Roh Allah ada dalam dirinya (Daniel 4:9, 18; 5: 14; 6: 3), dan dia sangat dikasihi oleh surga (Daniel 9:23; 10: 11). Ini adalah ciri-ciri dari seseorang yang memiliki hubungan erat dan berkelanjutan dengan Allah.

Dalam Daniel 2, ketika Raja Nebukadnezar mengeluarkan dekret hukuman mati bagi semua orang bijak di Babel, Daniel mencari belas kasihan Allah mengenai rahasia mimpi sang raja (Daniel 2:18). Ketika Allah menyatakan mimpi itu kepada Daniel, ia segera berdoa.

Bacalah Daniel 2: 20-23. Mengapa Daniel berdoa, dan apa yang bisa kita pelajari dari doa ini?

Seiring berlalunya waktu dan naik turunnya para raja, Daniel tetap menjadi penasihat kerajaan dan digambarkan sebagai orang yang unggul, "karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya" (Daniel 6:4). "Ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya" (Daniel 6:5). Meskipun ada rasa iri dan rencana jahat dari para pejabat lain (Daniel 6:6-10), Daniel tetap setia dan tidak gentar dalam kehidupan doanya.

Bacalah Daniel 6: 11, 12. Apakah yang ayat-ayat ini katakan tentang Daniel?

Ketika menghadapi kesulitan, Daniel berdoa. Meskipun nyawanya terancam, ia tetap konsisten dan tekun dalam doa (tiga kali sehari, seperti kebiasaannya), dan dapat diprediksi (di jendelanya yang terbuka tiga kali sehari saat dia berdoa menghadap Yerusalem). Doanya adalah tindakan fisik (ia berlutut) dan berfokus pada ucapan syukur dan permohonan.

Mengingat kisah seperti ini, betapa lemahnya alasan-alasan Anda untuk tidak berdoa?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp