Triwulan 2 Pelajaran 10, 2026. 


Download Powerpoint




Kamis, 4 Juni 2026.

Jubah yang Paling Mahal


Pakaian yang indah terlalu sering menjadi simbol kekayaan menurut standar dunia. Beberapa orang berkata, "Saya berpakaian seperti ini untuk mengekspresikan siapa saya." Namun di surga, segala sesuatu selain hubungan kita akan lenyap (Matius 6:19-21). Identitas pribadi kita seharusnya terbungkus dalam Yesus dan jubah kebenaran-Nya yang sempurna.

Bacalah perumpamaan dalam Matius 22: 1-14yang disampaikan Yesus untuk menjelaskan hal ini. Pesan-pesan apakah yang dapat Anda temukan dalam perumpamaan ini?

Yesus menyebut laki-laki yang tidak mengenakan jubah itu “teman," dan meskipun dia tidak memberi jawaban, mereka pasti memiliki suatu hubungan. Laki-laki itu pasti tahu tentang jubah itu tetapi memilih untuk tidak memakainya. Karakter Yesus adalah sempurna dan tanpa noda, dan Dia menawarkan ini kepada kita: "kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih" (Wahyu 19:8), "tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu” (Efesus 5:27).

Lenan putih itu adalah "kebenaran Kristus, tabiat-Nya sendiri yang tidak bercacat cela, yang melalui iman diberikan kepada semua orang yang menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi mereka"-Ellen G. White, Membina Kehidupan Abadi, hlm. 240.

Adam dan Hawa mengenakan jubah terang yang lembut sebelum mereka berdosa; setelah mereka berdosa, mereka sadar bahwa mereka telanjang (Kejadian 3:7). Lalu Allah menggantikan jubah dari daun ara buatan Adam dan Hawa dengan pakaian dari kulit binatang. Ada pengorbanan yang menghasilkan pakaian mereka. Dengan cara yang sama, kita menerima pengorbanan Yesus dengan menerima jubah kebenaran-Nya. "Dalam keadaan telanjang dan malu, mereka berusaha menggantikan pakaian surga itu dengan menganyam daun-daun ara untuk menutupi dirinya. Tidak ada apa-apa yang dapat diciptakan manusia untuk menggantikan pakaian kesuciannya yang telah hilang. Tidak ada pakaian dari daun ara, pakaian duniawi, yang dapat dipakai oleh orang yang duduk bersama Kristus dan malaikat-malaikat pada pesta perjamuan Anak Domba. Hanya pakaian yang disediakan oleh Kristus sendiri, dapat membuat kita layak untuk tampil di hadirat Allah. Pakaian ini, pakaian kebenaran-Nya sendiri, akan dipakaikan Kristus kepada setiap jiwa yang bertobat dan percaya"-Ellen G. White, Membina Kehidupan Abadi, hlm. 241.

Renungkan: Kita seharusnya setiap hari mengenakan jubah kebenaran Yesus. Apakah arti sebenarnya dari hal ini, dan bagaimanakah kita melakukannya?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp