Triwulan 2 Pelajaran 10, 2026.
Saat ia merenungkan jarak yang terbentuk antara dirinya dan istrinya, ia tahu bahwa ia telah bersalah. Ia telah bersikap kasar dan mengatakan hal-hal yang disesalinya. Namun pikirannya yang berikutnya adalah: Bukankah dia memang pantas menerimanya, setidaknya sedikit?
Apakah pola pikir ini terasa akrab bagi Anda? Sangat mudah beralih dari rasa penyesalan ke pembenaran atas pikiran dan tindakan kita. Tidak selalu mudah untuk berkata, "Maafkan saya. saat kita telah berbuat salah, namun ini sangat penting untuk membangun atau memperkuat hubungan apa pun.
Demikian pula hubungan kita dengan Allah. Roh Kudus sering mendorong pikiran kita untuk menyadari dosa yang telah kita lakukan. Hati kita tergerak oleh dorongan ini, tetapi mudah juga untuk menolak suara lembut itu ketika kita mencoba membenarkan tindakan kita. Salah satu tugas Roh Kudus adalah untuk "menginsafkan dunia akan dosa" (Yohanes 16:7, 8). Betapa luar biasa karunia dari Allah ini (Lukas. 11: 13), karena betapa kita membutuhkan teguran seperti ini untuk memperbaiki jarak yang bisa timbul dalam perjalanan kita bersama-Nya!
Bacalah Hosea 6. Apakah yang secara khusus Anda perhatikan tentang bagaimana Allah menggambarkan diri-Nya dalam seruan-Nya kepada pertobatan?
Pikirkan peran Roh Kudus dalam proses mencangkokkan kembali kita ke dalam Pokok Anggur (Yohanes 15:4). “Kadang-kadang kita menyesali akibat dari perbuatan yang jahat yang menimpa kita; tetapi ini bukanlah pertobatan. Penyesalan yang sesungguhnya akan dosa adalah akibat dari pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus menunjukkan hati yang tiada berterima kasih yang telah meremehkan dan mendukakan Juruselamat, dan membawa kita kepada penyesalan ke kaki salib. Oleh tiap-tiap dosa Yesus dilukai lagi ... kita berdukacita karena dosa-dosa yang membawa kepedihan kepada-Nya. Dukacita yang demikian itu akan membawa kepada penolakan dosa"-Ellen G. White, Para Nabi dan Raja (1999), jld. 2, hlm. 320.
Kenyataannya adalah, kita tidak bisa bertumbuh dalam hubungan kita dengan Allah jika ada dosa yang kita pilih dan pelihara yang menghalangi kita dengan-Nya. Kita tidak bisa menjadi sempurna, tetapi kita bisa-dan harus bertobat dari dosa-dosa kita saat Roh Kudus mengingatkan kita (Efesus 4:30).
Kapan terakhir kali Anda mendengar teguran atau panggilan untuk bertobat? Bagaimanakah Anda merespons? Luangkan waktu sekarang untuk berdoa, meminta Allah melunakkan hati Anda dan membuka telinga Anda terhadap suara-Nya melalui Firman-Nya pekan ini.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat