Triwulan 2 Pelajaran 10, 2026. 


Download Powerpoint




Selasa, 2 Juni 2026.

Pertobatan yang Sejati


Dunia sekuler membombardir kita dengan pesan-pesan tentang kemandirian, pemanjaan diri, dan promosi diri-kebalikan dari undangan Allah kepada kerendahan hati dan menjadi hamba (Matius 5:5). Menariknya, kata-kata pertama yang dicatat dalam Alkitab dari Yohanes Pembaptis dan Yesus adalah sama. Yohanes berkata,

"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (Matius 3:2). Yesus berkata, "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Markus 1:15; lihat juga Lukas. 24: 46-47). Baik Yesus maupun Yohanes memanggil pendengar mereka kepada pertobatan karena Kerajaan Surga sudah dekat. Mungkinkah pesan ini sama relevannya bagi kita saat ini?

Bacalah Kisah Para Rasul 3: 18, 19. Mengapa pertobatan begitu penting dalam proses pertumbuhan rohani? Apakah yang dimaksud dengan masa “kelegaan"?

Kebaikan dan kemurahan Allah menuntun kita kepada pertobatan (Roma 2:4). Pertobatan melibatkan dua langkah: (1) rasa sakit yang tulus karena dosa-dosa kita; dan (2) keputusan yang jujur untuk meninggalkan dosa. Dalam Alkitab, pertobatan hampir selalu dikaitkan dengan pengampunan. Kita benar-benar bertobat; Allah mengampuni. Sesederhana itu (1 Yohanes 1:9; Wahyu 3:19). "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat" (2 Petrus 3:9). Saat kita mempersiapkan jiwa kita secara pribadi untuk Kedatangan Kedua, Allah sedang memberikan waktu kepada kita untuk membereskan hubungan kita dengan-Nya.

Yesus menderita, mati, dan bangkit kembali agar ketika kita bertobat, anugerah-Nya dapat bekerja secara ajaib dalam hidup kita. Berlawanan dengan dunia yang mengatakan bahwa Anda sudah baik-baik saja sebagaimana adanya, Allah meminta agar Anda berpaling kepada-Nya dalam pertobatan dan iman (Kisah Para Rasul 20:21), menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam tangan-Nya agar Dia dapat memangkas dan membentuk karakter Anda menjadi serupa dengan diri-Nya, menjadi kesaksian bagi-Nya (Yohanes 15:2, 8). Kita lalu bertumbuh dan menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan (Matius 3:8).

"Pertobatan tidaklah sejati kalau tidak diikuti dengan pembaruan. Kebenaran Kristus bukannya sekadar jubah yang menutupi dosa yang tidak diakui dan tidak ditinggalkan, itulah prinsip kehidupan yang mengubah tabiat dan mengendalikan budi pekerti"-Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman (1999), jld. 2, hlm. 174.

Pertobatan membawa kepada hidup (Kisah Para Rasul 11:18) dan merupakan bagian penting dari pertumbuhan dalam hubungan dengan Allah. Dalam proses penyerahan, pertobatan, dan membiarkan Allah memangkas Anda, langkah mana yang paling menantang bagi Anda?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp