Triwulan 2 Pelajaran 1, 2026.
Setelah menggambarkan kondisi kita yang apatis, Yesus mengatakan bahwa hal ini harus diatasi. "Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya”” (Wahyu 3:21). Bagi sebagian dari kita, ini mungkin menjadi pertempuran terbesar yang pernah kita hadapi menyadari kondisi kita yang lemah dan merasa cukup dengan diri sendiri; menerima teguran Yesus; bertobat; dan menerima jubah kebenaran Yesus atas diri kita dengan mata yang benar-benar dapat melihat.
Hal yang luar biasa adalah bahwa Yesus memahami kondisi kita yang apatis dan suam-suam kuku, dan Dia mengidentifikasi diri-Nya dengan kita (bukan berarti Yesus pernah suam-suam kuku). Dia berkata, "Barangsiapa menang Sebagaimana Akupun telah menang"" (Wahyu 3:21). Karena Dia mati untuk menyelamatkan kita, Yesus telah mengalahkan dosa dan hukumannya. Dia memahami pertempuran melawan dosa yang kita hadapi dan berjanji akan menolong kita.
Banyak orang dalam Alkitab merespons undangan Allah untuk menjalin hubungan perjanjian dengan-Nya. Inilah narasi besar atau tema utama dalam seluruh Alkitab. Ketika kita melihat beberapa orang ini, kita dapat melihat bahwa Allah berinteraksi dengan mereka secara berbeda dalam waktu dan situasi yang berbeda.
Apakah yang dapat kita pelajari dari kisah-kisah ini tentang bagaimana Allah berinteraksi dengan manusia dalam berbagai situasi?
Kejadian 2:7, Kejadian 3:8-10
Kejadian 5:24
Kejadian 6:13
Kejadian 12:1-4
Keluaran 34:29
Baik Allah berjalan secara fisik bersama anak-anak-Nya maupun hanya berbicara dengan mereka, kenyataannya adalah bahwa sejak dahulu kala Allah selalu rindu untuk dekat dengan umat manusia. Apa pun kondisi hubungan Anda dengan Allah saat ini, Allah ingin dekat dengan Anda. Kita dapat membaca tentang hal ini dalam Yeremia 31: 3, 4 berikut ini:
"Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun."
Apakah hari Anda baru mau dimulai ataupun akan segera berakhir, Allah sedang mencari dan menanti Anda, ingin menarik Anda lebih dekat kepada-Nya. Ia ingin membangun-atau membangun kembali hubungan Anda dengan-Nya. Jika hal itu belum terjadi, maka kesalahannya bukan pada pihak-Nya, melainkan pada pihak kita.
Apa sajakah hal-hal dalam hidup Anda saat ini yang, jika tidak diatasi, dapat dan memang menghalangi hubungan Anda dengan Allah?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat