Triwulan 2 Pelajaran 1, 2026.
Para murid mengikuti Yesus menuruni tangga sempit dari ruang atas menuju jalan di bawah. Ketika mereka berjalan bersama menuju Getsemani-pada salah satu malam paling penting dalam sejarah dunia-mereka mungkin belum sepenuhnya menyadari betapa mendalamnya beberapa perkataan terakhir Yesus kepada mereka di Ruang Atas.
Apakah yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 15: 1-11? Apakah maknanya bagi kita?
Kata-kata ini, yang diucapkan sendiri oleh Yesus, menggambarkan seperti apa hubungan yang dekat dengan Allah. Perhatikan kata yang diulang, bukan hanya dua kali, tetapi sepuluh kali: tinggal (abide). Tinggal di dalam Yesus berarti hidup dalam hubungan yang terus terhubung dengan-Nya.
Saat menghadapi salib, Yesus tidak hanya menekankan betapa pentingnya tinggal di dalam Dia, tetapi juga menyatakan dengan jelas dan sederhana bagaimana hal ini dapat dipraktikkan dalam kehidupan kita.
Yaitu: Yesus adalah pokok anggur, dan kita adalah ranting-rantingnya. Sebagai hasil dari tinggal bersama (terhubung dengan) Dia, buah akan tumbuh di ranting kita. Kita tidak bisa membuat buah itu tumbuh dengan usaha sendiri. Kadang-kadang kita mungkin terlihat seperti sedang tinggal di dalam Dia, tetapi buktinya akan terlihat dari tidak adanya buah, dan pada akhirnya ranting kita akan mengering. Jika kita layu, Pengusaha anggur (Bapa) pada akhirnya akan memotong ranting-ranting itu. Terlepas dari apakah kita berbuah atau tidak, ranting-ranting itu tetap akan dipangkas.
Pada saat yang sama, kita semua menghadapi tantangan dan momen-momen yang menyakitkan. Jika kita tinggal di dalam Dia, momen-momen ini akan menghasilkan lebih banyak buah dalam jangka panjang. Berbuah membuktikan siapa kita (murid-murid-Nya). Kita berbuah bukan untuk kemuliaan diri sendiri, melainkan untuk kemuliaan-Nya. Tinggal di dalam Yesus berarti menuruti perintah-perintah-Nya, yang merupakan pantulan karakter-Nya yang indah dan penuh kasih tanpa pamrih. Tinggal di dalam Yesus membawa sukacita yang besar. Tinggal di dalam Yesus berarti melakukan apa yang Dia minta dari kita, sebagai bentuk tanggapan kepada-Nya. "Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat" (1 Yohanes 5:3).
Jika kita pikirkan tentang hal itu, tinggal di dalam Yesus adalah salah satu obat penawar bagi kondisi Laodikia kita (Wahyu 3:20; Yohanes 15:4). Inilah rahasia besar dari kehidupan yang penuh makna dan berarti di dunia ini maupun di kekalan, namun entah bagaimana kita begitu mudah melupakan nasihat Yesus.
Pada akhirnya, Yesus berkata kepada masing-masing dari kita: "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah dalam kasih-Ku itu" (Yohanes 15:9) Kasih Yesus adalah tali paling kuat yang menarik kita kepada-Nya, dan saat kita mengenal kasih itu, hati kita akan digerakkan dengan dalam untuk membalas kasih itu kepada Allah dan sesama.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat