Triwulan 2 Pelajaran 1, 2026. 


Download Powerpoint




Kamis, 2 April 2026.

Terhubung dengan Pohon Anggur


Tinggal di dalam Kristus kadang-kadang terasa seperti hal yang paling sulit untuk dilakukan. Kita mungkin tahu bahwa itulah yang kita butuhkan, tetapi derasnya arus kehidupan menarik kita masuk ke dalam pusarannya, dan semuanya terasa terlalu berat. Mengikuti Allah bisa tampak seperti beban yang sangat besar, apalagi bagi mereka yang terus-menerus didesak oleh orang lain agar mengikuti Yesus. Agama seperti ini bisa terasa seperti kewajiban yang melelahkan, karena hanya berfokus pada tindakan luar, bukan pada apa yang ada di dalam hati. Padahal, ini sangat jauh dari keinginan Allah. Yang Ia inginkan adalah hubungan yang dasarnya kasih timbal balik, bukan sekadar aturan-hubungan yang dipilih dengan sadar (di mana Ia terlebih dahulu memilih Anda), dan dibangun atas dasar kasih dan kebebasan memilih.

Kadang-kadang kita mungkin hanya sebagian terhubung dengan Pokok Anggur, tetapi tidak benar-benar tinggal di dalam Dia dengan segenap jiwa. Kita mungkin pergi ke gereja, berdoa, dan melakukan apa yang kita tahu benar, tetapi di dalam hati kita merasa kering dan layu. Kebenarannya adalah ini: Kita tidak bisa memaksa diri kita sendiri untuk tinggal di dalam Yesus lebih daripada sebuah ranting bisa menghubungkan dirinya sendiri ke pokok anggur. Allah terlebih dahulu mengasihi kita; Dialah yang mengambil langkah pertama. Tanggapan kita selalu merupakan reaksi atas apa yang telah Allah lakukan terlebih dahulu bagi kita.

Jika Anda memperhatikan bagaimana pokok anggur bertahan melewati musim dingin, Anda akan menemukan fakta yang menarik-tunas-tunas pada ranting menjadi dehidrasi dan terisolasi dari sistem pertumbuhan sampai musim semi tiba. Saat tanah menjadi hangat, akar menyerap air, dan getah mengalir dari batang pokok anggur menuju tunas dan memicu pertumbuhan. Tanpa aliran getah melalui pokok anggur, tidak akan ada pertumbuhan.

Getah dalam pokok anggur itu ibarat Roh Kudus dalam hidup kita. Kita mungkin seperti ranting yang mati, tetapi ketika kita memilih untuk meluangkan waktu bersama Allah, Roh Kudus dicurahkan ke dalam diri kita seperti getah dari akar, dan menghidupkan kita kembali sehingga kita mulai bertumbuh. Sama seperti kita perlu membuat pilihan sadar untuk tinggal di dalam Yesus, kita juga harus meminta agar Roh Kudus (getah itu) mengalir dalam hidup kita.

Bacalah Lukas 11: 13, Yeremia 31: 3, 1 Yohanes 4: 19, dan Roma 8: 9-11. Apakah pekabaran penting dari ayat-ayat ini bagi kita?

Memang benar, Roh Kuduslah yang membawa pertumbuhan dan memastikan bahwa kita tetap hidup, bertumbuh, dan terhubung dengan Pokok Anggur (Yesus). Karena itu, kita perlu meminta Roh Kudus setiap hari, karena Dialah yang diutus untuk menyertai kita di bumi, untuk:
*Menjadi Penghibur kita (Yohanes 14:16–18).
*Menyingkapkan Yesus kepada kita (Yohanes 15:26).
*Menyadarkan kita akan dosa (Yohanes 16:7, 8).
*Menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran (Yohanes 16:13).

Bacalah kembali daftar ini. Bagaimanakah setiap aspek dari apa yang dilakukan Roh Kudus dapat mempengaruhi hubungan Anda dengan Allah?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp