Triwulan 1 Pelajaran 7, 2026.
Kita semua pada suatu waktu, pernah bertemu seseorang yang kita kagumi dan ingin teladani. Bagi anak-anak, memiliki panutan yang baik sangatlah penting. Idealnya, panutan tersebut adalah ayah dan ibu mereka. Seiring mereka bertumbuh, mereka akan menemukan panutan lain, mungkin yang berkaitan dengan karier yang mereka pilih atau bahkan dari biografi yang mereka baca. Mereka juga dapat belajar dari bagaimana tokoh-tokoh Alkitab menghadapi tantangan dan membandingkannya dengan pengalaman hidup mereka sendiri.
Sayangnya, dalam media masa kini, banyak sekali panutan yang buruk. Kita dibanjiri dengan judul sensasional-banyak berita yang mengungkap skandal dan kehidupan kacau para selebriti. Para pembaca surat Paulus di Filipi, meskipun tentu saja tidak memiliki internet, tetap menghadapi tantangan serupa.
Faktanya, dunia pada zaman Paulus hidup sangat korup, tidak bermoral, dan jahat sama seperti dunia kita saat ini. Selalu ada, dan akan selalu ada, setidaknya hingga akhir zaman-kejahatan sangat banyak terjadi di sekitar kita. Pertanyaannya bagi kita adalah: Bagaimana kita menghadapinya?
Bacalah Filipi 3: 17-19. Bagaimanakah panutan yang baik dan buruk digambarkan dalam ayat-ayat ini? Apakah kunci yang diberikan untuk membedakan antara keduanya?
Kita tidak boleh melewatkan kasih Paulus terhadap mereka yang tidak sejalan dengannya dia meratapi mereka! Perhatikan juga bahwa dia tidak menyebut mereka sebagai musuhnya, melainkan "seteru salib Kristus" (Flp. 3: 18). Paulus menyadari bahwa ada masalah yang jauh lebih besar yang dipertaruhkan, yaitu bagaimana salib menghancurkan tembok pemisah dan menempatkan kita semua pada posisi yang sama, sebagai orang berdosa yang membutuhkan seorang Juruselamat (lihat Ef. 2: 11-14).
Juga, jangan abaikan bagaimana Paulus mendorong jemaat Filipi untuk berfokus pada teladan yang baik, bukan pada yang buruk; mengamati dengan saksama mereka yang cara hidupnya serupa dengan dirinya. Menariknya, Paulus menggunakan bahasa yang serupa ketika mengamarkan jemaat di Roma: "Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka" (Rm. 16: 17). Para penyesat di Roma digambarkan sebagai mereka yang "tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri (Rm. 16: 18).
Meskipun tentu saja Yesus adalah satu-satunya teladan yang sempurna, ada orang lain yang, setidaknya dalam beberapa hal, dapat menjadi panutan yang baik. Pada saat yang sama, seperti apakah teladan yang Anda tunjukkan kepada orang lain?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat