Triwulan 1 Pelajaran 7, 2026. 


Download Powerpoint




Rabu, 11 Februari 2026.

"Pikirkanlah Semuanya Itu"


Damai sejahtera yang melampaui segala akal juga akan "memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Flp. 4: 7). Kehidupan hati dan pikiran kita membutuhkan perlindungan. Menariknya, Filipi 4: 7 menggunakan metafora militer dalam kaitannya dengan damai sejahtera Allah. Kata kerja bahasa Yunani (phroureĊ) digunakan untuk menggambarkan para pasukan yang ditempatkan untuk mempertahankan kota dari serangan (2 Kor. 11: 32; bandingkan Kis. 9: 24).

Aspek lain yang sangat penting dari damai sejahtera hati dan pikiran adalah hidup dalam harmoni dengan kehendak Allah. "Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka" (Mzm. 119: 165).

Bacalah Filipi 4: 8, 9. Tindakan spesifik apakah yang didorong dalam ayat-ayat ini?

Paulus memulai Filipi 4: 8-9 dengan kata "jadi akhirnya" dan sebuah daftar enam perbuatan kebajikan, diikuti dengan ringkasan singkat serta dorongan untuk meneladani kehidupannya. Nasihat lintas budaya di bagian akhir ini sangat sesuai dengan konteks Greco-Romawi di Filipi, yang menekankan baik kebajikan maupun keteladanan. Menariknya, fokus Paulus justru pada kebajikan yang bersumber dari Alkitab, yang terlihat jelas dari pengabaian empat kebajikan utama dalam filsafat Yunani (kebijaksanaan, keadilan, penguasaan diri, dan keberanian).

1. Benar-bukan kebetulan, daftar ini dimulai dengan kebajikan utama dalam Alkitab, yaitu kebenaran yang sering ditekankan oleh Yesus ("Sesungguhnya, Aku berkata ...") dan seluruh Perjanjian Baru (lihat, misalnya, Kis. 26: 25; Roma 1: 18; 1 Kor. 13: 6; 2 Kor. 4: 2; Ef. 4: 15; 1 Tim. 3: 15; Yak. 1: 18; 1 Ptr. 1: 22; 1 Yoh. 2: 21).

2. Mulia-kata Yunani ini merujuk kepada kebajikan pribadi (bandingkan penggunaannya dalam 1 Tim. 3: 8, 11; Titus 2: 2, di mana diterjemahkan dalam Alkitab sebagai "terhormat").

3. Adil-kebajikan ini didefinisikan sebagai karakter Allah yang adil(bandingkan penggunaannya dalam Flp. 1: 7).

4. Suci-pikiran dan tindakan yang mengalir dari kebenaran Allah yang diterima dengan iman (lihat 1 Yoh. 3: 3).

5. Manis-keindahan estetika yang terlihat luas dalam ciptaan Allah.

6. Sedap didengar-"baik hati, menyenangkan dan murah hati."

Paulus memberikan dua kualifikasi tambahan agar tidak ada makna kekafiran yang disematkan pada kebajikan-kebajikan ini: "semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji" (Flp. 4: 8), pikirkanlah semua kebajikan surgawi itu. Kemudian, untuk menghilangkan segala keraguan dan potensi kesalahpahaman, Paulus mengajak kita untuk mempraktikkan apa yang telah kita pelajari, terima, dengar, dan melihat dari teladannya sendiri (Flp. 4: 9).



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp