Triwulan 1 Pelajaran 7, 2026.
"Hanya mereka yang terus-menerus menerima curahan kasih karunia yang baru, akan memiliki kekuatan yang sebanding dengan kebutuhan sehari-hari mereka dan kemampuan mereka dalam menggunakannya. Daripada menantikan suatu waktu di masa depan ketika, melalui karunia rohani yang khusus, mereka akan menerima perlengkapan ajaib untuk memenangkan jiwa, mereka setiap hari menyerahkan diri kepada Allah agar Dia dapat menjadikan mereka bejana yang layak untuk digunakan. Hari demi hari, mereka memanfaatkan dengan lebih baik kesempatan untuk melayani yang tersedia di sekitar mereka. Setiap hari mereka menjadi saksi bagi Sang Guru, di mana pun mereka berada, baik dalam lingkup kerja yang sederhana di rumah maupun di ladang pelayanan yang lebih luas.
"Bagi pekerja yang telah mengabdikan dirinya, ada penghiburan luar biasa dalam mengetahui bahwa bahkan Kristus, selama hidup-Nya di bumi, setiap hari mencari Bapa-Nya untuk menerima curahan anugerah yang baru yang la butuhkan; dan dari persekutuan dengan Allah inilah Ia melangkah untuk menguatkan dan memberkati orang lain. ...
"Setiap pekerja yang mengikuti teladan Kristus akan dipersipakan untuk menerima dan menggunakan kuasa yang telah dijanjikan Allah kepada gereja-Nya guna mematangkan tuaian di bumi"-Ellen G. White, God's Amazing Grace, hlm. 117.
"Allah mengetahui kebutuhan kita dan telah menyediakan segalanya bagi kita. Tuhan memiliki rumah perbendaharaan yang melimpah bagi anak-anakNya dan dapat memberikan apa yang mereka perlukan dalam segala keadaan. Lalu, mengapa kita tidak memercayai-Nya? Dia telah memberikan janji-janji berharga kepada anak-anak-Nya dengan syarat mereka setia menaati ketetapan-Nya. Tidak ada beban yang tidak dapat Dia angkat, tidak ada kegelapan yang tidak dapat Dia halau, tidak ada kelemahan yang tidak dapat Dia ubah menjadi kekuatan, tidak ada ketakutan yang tidak dapat Dia redakan, dan tidak ada cita-cita mulia yang tidak dapat Dia tuntun dan benarkan.
"Kita seharusnya tidak memandang kepada diri sendiri. Semakin kita berfokus pada kelemahan kita, semakin sedikit kekuatan yang kita miliki untuk mengatasinya"-Ellen G. White, That I May Know Him, hlm. 224.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:
1. Pikirkan beberapa pengalaman paling berkesan ketika doa-doa Anda dijawab. Bagaimanakah hal itu membantu Anda mengalami damai sejahtera dari Allah yang melampaui segala akal? Bagaimanakah dengan doadoa yang belum dijawab? Bagaimanakah Anda tetap dapat mengalami damai sejahtera yang dijanjikan itu?
2. Dalam konteks Filipi 4: 8, apakah yang paling sering Anda pikirkan? Seberapa baik hal-hal yang Anda pikirkan itu memperkuat iman dan perjalanan Anda bersama Tuhan?
3. Diskusikan kutipan terakhir di atas. Apakah implikasi dari pernyataan: "Semakin kita berfokus pada kelemahan kita, semakin sedikit kekuatan yang kita miliki untuk mengatasinya"? Lalu, apakah kunci untuk mengatasinya?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat