Triwulan 1 Pelajaran 7, 2026.
Bacalah Filipi 4: 4-7. Bagaimanakah kita dapat mengalami "damai sejahtera Allah"?
Setelah kembali menyinggung perlunya kesatuan (Flp. 4: 1-3), Paulus beralih ke tema lain: bersukacita dalam Tuhan (Flp. 4: 4–7).
Seberapa sering kamu merasa stres terhadap hal-hal yang pada akhirnya menghilang begitu saja, sama cepatnya dengan saat mereka muncul? Untuk alasan yang baik, Yesus berulang kali menekankan agar kita tidak khawatir (lihat Mat. 6: 25–34; 10: 19), dan Petrus mengingatkan bahwa kita dapat menyerahkan segala kekhawatiran atau kecemasan kita kepada Tuhan, "sebab Ia memelihara kamu" (1 Ptr. 5: 7). Faktanya, meningkatnya permasalahan di seluruh dunia seharusnya justru menginspirasi kita akan pengharapan bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat (bandingkan Mat. 24: 33; Luk. 21: 28; Yak. 5: 8).
Penawar terhadap kecemasan dalam segala hal, termasuk dalam segala situasi, adalah menaikkan doa dengan iman (Flp. 4: 6-7). Jelas bahwa kita harus percaya dan bertindak seolah-olah doa kita telah dijawab, bahkan sebelum kita melihat penggenapannya, karena kita diperintahkan untuk berdoa "dengan ucapan syukur." Paulus juga menambahkan kata "permohonan" (bahasa Yunani, deēsis), yang menunjukkan saat-saat genting dan mendesak (lihat, misalnya, Luk. 1: 13; Flp. 1: 19; 1 Tim. 5: 5; Yak. 5: 16). Doa-doa kita tetap merupakan "permohonan," tetapi kita dapat yakin bahwa permohonan kita telah diterima selama kita memintanya “sesuai dengan kehendak-Nya" (1 Yoh. 5: 14). Dengan demikian, kita dapat beristirahat dan merasakan damai, mengetahui bahwa semua permohonan kita ada dalam tangan Tuhan.
Bagaimanakah ayat-ayat berikut memperluas pemahaman kita akan damai sejahtera Allah? Mzm. 29: 11; Yes. 9: 6; Luk. 2: 14; Yoh. 14: 27; 1 Kor. 14: 33.
Damai sejahtera dari Allah adalah sesuatu yang tidak pernah bisa diberikan oleh dunia, karena damai itu berasal dari keyakinan bahwa kita memiliki anugerah hidup kekal melalui Yesus, Juruselamat kita (Roma 5: 1; 6: 23). Damai ini memengaruhi setiap aspek kehidupan yang "melampaui segala akal" (Filipi 4: 7). Damai ini tidak dapat dipahami hanya dengan akal semata, sebagaimana ditunjukkan oleh kata Yunani nous (pikiran) yang digunakan di sini.
Bagaimanakah Anda akan menjelaskan kepada seseorang tentang makna mengalami "damai sejahtera Allah"?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat