Triwulan 1 Pelajaran 6, 2026. 


Download Powerpoint




Kamis, 5 Februari 2026.

Hanya Satu Hal-Mengenal Kristus


Bacalah Filipi 3: 10-16. Apa sajakah poin utama yang Paulus sampaikan dalam ayat-ayat ini?

Tentu tidak ada yang lebih penting selain mengenal Kristus, yang pada akhirnya menjamin bahwa la akan mengenal dan mengakui kita di hadapan Bapa (lihat Mat. 7: 21-23; Mat. 10: 32, 33). Bagaimana kita dapat mengenal-Nya? Melalui firman-Nya yang tertulis-membacanya dan menghidupkannya. Kita tidak dapat mengenal-Nya secara langsung seperti para murid. Namun yang menarik, walaupun mereka sudah mengetahui hal itu, mereka tetap tidak mengerti perkataan-Nya, yang menegaskan perlunya Roh Kudus untuk membimbing kita (lihat Yoh. 16: 13). Semakin kita mengenal-Nya, semakin dekat kita dengan-Nya, karena kita mengalami "kuasa kebangkitan-Nya" (Flp. 3: 10), yang membawa kita kepada "hidup yang baru" (Rm. 6: 4).

Cara lain untuk datang semakin dekat kepada Yesus adalah melalui "persekutuan dalam penderitaan-Nya" (Flp. 3: 10). Setiap cobaan yang dihadapi, setiap pengalaman menyakitkan yang kita alami, menolong kita lebih memahami dan menghargai apa yang telah Yesus alami untuk kita, serta memperjelas pengertian kita tentang Dia dan kehendak-Nya.

Cara ketiga untuk semakin dekat dengan Kristus adalah dengan terus berlari "kepada tujuan" (Flp. 3: 14). Apa tujuan itu? Kata ini diterjemahkan dari istilah Yunani skopos, yang hanya digunakan sekali dalam Perjanjian Baru. Kata ini merujuk pada garis akhir dalam sebuah perlombaan dan hadiah yang diberikan kepada pemenang. Paulus menyebutnya sebagai "hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" (Flp. 3: 14). Sama seperti Kristus, yang melalui kematian dan kebangkitan-Nya naik ke surga, Allah mengundang kita untuk menerima upah surgawi yang sama-hidup yang kekal.

Jelas, kita belum mencapainya. Kita tidak akan disempurnakan dalam arti yang sepenuhnya sampai “tubuh kita yang hina ini" diubah “sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia" (Flp. 3: 21). Namun, dengan mengenal Dia dan mengundang kehadiran-Nya dalam hidup kita setiap hari, kita terus maju menuju tujuan untuk menjadi seperti Yesus dalam segala aspek kehidupan kita sekarang ini. Inilah "satu hal" yang juga menjadi fokus Paulus. Seperti dalam perlombaan lari (lihat 1 Kor. 9: 24-27), kita tidak memperhatikan di mana kita telah berada atau siapa yang tertinggal di belakang kita. Fokus kita hanya pada hal-hal yang ada di depan hadiah surgawi yang menanti kita. Gambaran yang digunakan di sini sangat jelas: seorang pelari yang sepenuhnya fokus pada tujuan, mengerahkan segenap kekuatan, dan bergerak maju untuk mencapai garis akhir.

Mengapa, dalam perjalanan imanmu bersama Tuhan, begitu penting untuk tidak terus-menerus menoleh ke belakang, setidaknya pada dosa-dosa dan kegagalan Anda, tetapi sebaliknya memandang ke depan kepada apa yang telah dijanjikan kepada Anda saat ini di dalam Kristus?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp