Triwulan 1 Pelajaran 6, 2026. 


Download Powerpoint




Rabu, 4 Februari 2026.

Iman kepada Kristus


Poin utama Paulus tidak boleh diabaikan. Ada perubahan yang luar biasa yang ia alami di jalan menuju Damaskus, menukar kehidupan lamanya yang berdasarkan hukum kepada kehadiran Kristus Sendiri-“supaya aku memperoleh Kristus dan berada di dalam Dia" (Flp. 3: 8, 9).

Berada "dalam Dia," yaitu dalam Kristus, adalah suatu ungkapan yang menarik. Bacalah Efesus 1: 4; 2 Korintus 5: 21; Kolose 2: 9, dan Galatia 2: 20. Berdasarkan ayat-ayat ini, menurut Anda, apakah yang Paulus maksudkan dengan gagasan ini?

Pernyataan Paulus mengenai berada di dalam Kristus telah menjadi topik diskusi yang luas. Tidak mengherankan, penjelasan terbaik tentang hal itu datang dari Paulus sendiri: "sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi” (Ef. 1: 10). Itulah tujuan Allah dari sejak semula. Dan Paulus menjelaskan bagaimana hal itu terjadi: "Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita” (1 Kor. 1: 30).

Berada "di dalam Kristus" mencakup seluruh aspek rencana keselamatan, mulai dari awal pemahaman rohani kita (hikmat), pembenaran oleh iman (kebenaran), persiapan menuju surga (penyucian), dan akhirnya pada pemuliaan saat Kedatangan Kristus yang Kedua (penebusan). Keselamatan adalah karya Kristus dari awal hingga akhir-bagi kita dan di dalam kita. Oleh karena itu, dengan memperoleh Kristus, kita memiliki segala yang kita butuhkan.

Bacalah Filipi 3: 9. Apakah dua hal yang Paulus bandingkan, dan mengapa perbandingan ini penting untuk selalu kita ingat?

Sebagaimana yang Paulus sadari, memiliki "kebenaran sendiri" bukanlah kebenaran sejati karena hukum Taurat tidak dapat memberikan hidup (lihat Gal. 3: 21, 22); hanya Kristus yang dapat melakukannya, melalui iman. Dan bukan sembarang iman. Lagipula, Iblis-Iblis juga percaya dan mereka gemetar (Yak. 2: 19). Satu-satunya iman yang menyelamatkan adalah "iman kepada Kristus." Hanya kesetiaan-Nya yang sepenuhnya taat dan sanggup untuk tetap taat. (Kata Yunani untuk iman, pistis, juga berarti kesetiaan.) Jadi, jika kita ada di dalam Kristus dan Dia hidup di dalam kita (Gal. 2: 20), maka kita hidup oleh kesetiaan-Nya melalui iman kita kepada-Nya.



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp