Triwulan 1 Pelajaran 6, 2026.
Bacalah Filipi 3: 1-3. Catatan positif dan negatif apa yang Paulus sampaikan di sini, dan bagaimanakah keduanya saling berhubungan? Bagaimanakah ia menggambarkan orang-orang percaya?
Paulus memulai dengan catatan yang sangat positif dan hampir terdengar seolah-olah dia sedang mengakhiri suratnya. Namun, ia belum selesai. Ia kembali ke salah satu tema utama dalam surat ini: bersukacita dalam Tuhan. Di sini, ia akan memberikan sejumlah alasan untuk itu. Yang paling penting, kita harus menaruh percaya penuh pada Kristus, bukan pada diri sendiri: "Kita ... bersukacita dalam Kristus Yesus, dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah (Flp. 3: 3). Siapa di antara kita yang, dengan satu atau lain cara, belajar dengan susah payah untuk tidak mengandalkan hal-hal kedagingan?
Peringatan keras "Hati-hatilah" (tiga kali) tidak ditemukan di bagian lain Alkitab. Rupanya, jemaat Filipi tahu betul ancaman apa yang Paulus maksud. Amaran itu tampaknya bukan merujuk tiga masalah berbeda melainkan pada sekelompok guru palsu, tetapi dijelaskan dalam tiga cara berbeda.
Orang-orang jahat atau yang tidak beragama di Israel terkadang disebut "anjing-anjing" (Flp. 3: 2; bandingkan dengan Mzm. 22: 16; Yes. 56: 10; Mat. 7: 6; 2 Ptr. 2: 21-22). Guru-guru palsu juga dapat digambarkan secara tepat sebagai "pekerja-pekerja jahat." Sebutan "penyunat-penyunat palsu" (Flp. 3: 2) atau "mereka yang merusak tubuh" (ESV) menunjukkan bahwa, seperti di Galatia dan tempat lainnya, mereka berusaha memaksakan sunat kepada orang-orang percaya non-Yahudi, bertentangan dengan keputusan Sidang Para Rasul (lihat Kis. 15).
Menariknya, salah satu solusi terhadap tantangan rohani, termasuk penyebaran ajaran sesat, adalah "bersukacitalah dalam Tuhan" (Flp. 3: 1; bandingkan dengan Flp. 4: 4).
Apa pun yang membuat kita bersukacita, akan mendatangkan kegembiraan bagi kita (sama seperti dalam bahasa Inggris, kedua kata ini dalam bahasa Yunani saling terkait). Tuhan ingin kita bersukacita, dan Firman-Nya adalah pedoman bagi kebahagiaan sejati dan sukacita yang kekal. Ini termasuk menerima kemurahan Allah (Mzm. 31: 7); berlindung kepada-Nya (Mzm. 5: 12); menerima berkat keselamatan (Mzm. 9: 14); menjadikan hukum Tuhan sebagai pedoman hidup kita (Mzm. 19: 14), termasuk hari Sabat (Yes. 58: 13–14); memercayai Firman-Nya (Mzm. 119: 162); dan membesarkan anak-anak yang takut akan Tuhan (Ams. 23: 24-25).
Hidup bisa sangat sulit bagi kita semua, tidak peduli seberapa baik keadaan saat ini. Namun, bahkan jika keadaan tidak berjalan baik sekarang, hal-hal apakah yang seharusnya membuat Anda bersukacita? Apakah yang menghalangi Anda untuk melakukannya?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat