Triwulan 1 Pelajaran 5, 2026.
Bacalah Filipi 2: 25-30. Bagaimanakah Paulus menggambarkan Epafroditus? Apakah Sikap dan tindakan spesifik dari pekerja Kristen ini yang menunjukkan karakternya?
Epafroditus hanya disebutkan dalam surat ini, meskipun disebutkan secara singkat, kita dapat mempelajari banyak hal tentang dirinya. Dilihat dari namanya (yang merujuk pada pemujaan terhadap dewa Afrodit), ia bertobat dari latar belakang penyembah berhala. Menyebutnya sebagai “teman sekerja" menunjukkan bahwa ia aktif dalam pelayanan, kemungkinan bekerja bersama Paulus di Filipi. Menjadi “teman seperjuangan" (bandingkan Flp. 1: 27) mungkin merujuk pada konflik yang dihadapi Epafroditus dalam menyebarkan Injil, bahkan rela mempertaruhkan nyawanya (Flp. 2: 30).
Sebagai "utusan" (bahasa Yunani, apostolos) yang ditunjuk oleh gereja di Filipi, Epafroditus diutus untuk melayani Paulus di penjara dan mengurus segala kebutuhannya (Flp. 2: 25). Dialah orang yang dipercayakan jemaat Filipi untuk memberikan sumbangan keuangan bagi Paulus (Flp. 4: 18). Persembahan ini sangat penting karena makanan, pakaian, perlengkapan tidur, atau kebutuhan lain yang mungkin dibutuhkan para tahanan Romawi, harus dibeli dengan biaya sendiri atau dibawa oleh keluarga dan teman-teman (bandingkan Kis. 24: 23). Menjelang akhir pemenjaraannya yang kedua di Roma, Paulus meminta Timotius untuk "berusaha datang sebelum musim dingin" dan "membawa jubah" yang tertinggal di Troas (2 Tim. 4: 21, 13). Paulus tampaknya membutuhkan mantel wol tebal ini di dalam sel batu yang dingin. Epafroditus juga yang dipercaya membawa surat ini kembali ke Filipi. (Lihat Ellen G. White, Kisah Para Rasul (1999), hlm. 479.)
Mungkin karena masalah-masalah di Filipi (lihat Pelajaran 4), Paulus "menganggap perlu" untuk mengirim Epafroditus kembali lebih cepat dari yang diharapkan, dan dengan demikian mendesak jemaat Filipi untuk "menyambut dia dalam Tuhan dengan sukacita yang besar" (Flp. 2: 29). Paulus ingin memastikan bahwa jemaat di Filipi tidak mengkhawatirkan keadaannya di penjara. Ia juga menegaskan bahwa Epafroditus adalah seseorang yang patut dihormati oleh orang-orang Kristen, bukan karena kekayaan atau status sosialnya, tetapi karena semangat pengorbanannya dalam mengikuti teladan Yesus (Flp. 2: 6-11; bandingkan Luk. 22: 25-27). Kata Yunani untuk menghormati atau menghargai hanya muncul beberapa kali dalam Perjanjian Baru: digunakan untuk menggambarkan hamba perwira tinggi Romawi yang "sangat dihargai" (Luk. 7: 2), bagi mereka yang mendapat kehormatan dengan ditempatkan di tempat terhormat dalam sebuah perjamuan (Luk. 14: 8), dan untuk Yesus sebagai batu penjuru yang "mahal" (1 Ptr. 2: 4, 6). Dimasukkannya nama Epafroditus dalam kelompok ini menunjukkan bahwa ia benar-benar seorang yang setia.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat