Triwulan 1 Pelajaran 5, 2026.
Peran Timotius sebagai rekannya yang membawa surat ini telah disebutkan sebelumnya (Flp. 1: 1). Sekarang Paulus mulai menjelaskan betapa berharganya Timotius sebagai salah seorang rekan kerjanya. Ia digambarkan sebagai seorang pemberita Injil (2 Tim. 4: 5) yang pernah Paulus kirim ke Makedonia (1 Tes. 3: 2; bandingkan Kis. 18: 5; Kis. 19: 22) dan, dalam beberapa kesempatan, ke Korintus (1 Kor. 4: 17; 1 Kor. 16: 10). Sebelumnya, ia telah bekerja bersama Paulus dan Silas di Korintus (1 Tes. 1: 1; 2 Tes. 1: 1) dan kemudian di Efesus (1 Tim. 1: 2, 3; bandingkan Kis. 19: 22). Paulus menggambarkan Timotius sebagai orang yang "sehati sepikir" (Flp. 2: 20). Kata Yunani yang digunakan (secara harfiah berarti "setara dalam jiwa") menunjukkan bahwa Timotius memiliki banyak kesamaan dengan Paulus, termasuk komitmennya kepada Kristus, semangatnya dalam memberitakan Injil, dan secara khusus kepeduliannya terhadap jemaat di Filipi.
Mengapa, menurut Anda, Paulus berbicara begitu positif dan panjang lebar tentang Timotius di sini (lihat Flp. 2: 19-23)? Apa lagi yang Paulus katakan tentangnya (lihat 1 Kor. 4: 17; 2 Tim. 1: 5)?
Sifat lain dari Timotius yang disebutkan oleh Paulus adalah "karakter yang teruji" (Flp. 2: 22). Kata Yunani yang digunakan menggambarkan seseorang yang telah diuji secara menyeluruh melalui berbagai cobaan (Rm. 5: 4) dan yang karakter serta pelayanannya terbukti tulus (2 Kor. 2: 9; 2 Kor. 9: 13). Paulus mengetahui hal ini karena ia telah melihatnya secara langsung dalam banyak kesempatan ketika mereka bekerja bersama dalam memberitakan Injil.
Pengalaman hidup yang sulitlah yang menguji ketahanan kita dan menunjukkan siapa kita sebenarnya di dalam. Ellen G. White mengungkapkannya demikian: "Hidup adalah suatu disiplin. Akan ada hasutan yang menguji kesabaran; dan menghadapi tantangan ini dengan roh yang benar, sifat-sifat Kristen dikembangkan. Jika luka dan penghinaan dipikul dengan lemah lembut, jika kata-kata yang menghina dibalas dengan jawaban yang lembut, dan tindakan penindasan dibalas dengan kebaikan, itu adalah bukti bahwa Roh Kristus berdiam di dalam hati" Ellen G. White, Testimonies for the Church, vol. 5, hlm. 344. Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa jika "kesulitan dan gangguan yang kita harus tanggung "dipikul dengan baik," maka hal itu akan membentuk karakter seperti Kristus dan membedakan orang Kristen dari orang duniawi"-Testimonies for the Church, vol. 5, hlm. 344.
Pikirkan tentang kesulitan, hasutan dan gangguan yang Anda alami akhir-akhir ini. Apakah semua itu dipikul dengan "sabar dan lemah lembut"? Apakah yang dapat Anda lakukan agar pengalaman-pengalaman ini dapat membantu Anda menjadi lebih disiplin?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat