Triwulan 1 Pelajaran 5, 2026. 


Download Powerpoint




Selasa, 27 Januari 2026.

Persembahan yang Hidup


Bacalah Filipi 2: 17; 2 Timotius 4: 6; Roma 12: 1, 2, dan 1 Korintus 11: 1. Apakah yang Paulus katakan dalam ayat-ayat ini?

Paulus secara mengejutkan mengungkapkan pandangan yang tampaknya bertentangan mengenai pilihan antara hidup atau mati demi melayani Kristus (Flp. 1: 20-23). Sekarang, ia menyebut kemungkinan nyata “darahku dicurahkan pada korban" (Flp. 2: 17). Gambaran ini didasarkan pada praktik kuno persembahan curahan, yaitu menuangkan cairan (seperti minyak, anggur, atau air) sebagai persembahan kepada Allah (lihat Kej. 35: 14; Kel. 29: 40; 2 Sam. 23: 15-17). Apa yang tampak sebagai “Pemborosan" cairan yang sangat berharga dalam tindakan pengabdian ini mengingatkan kita pada tindakan Maria yang mengurapi kepala dan kaki Yesus dengan "minyak narwastu yang sangat mahal" (Mrk. 14: 3-9; Yoh. 12: 3). Meskipun bukan korban curahan secara harfiah, tindakan itu jelas menggambarkan pengorbanan luar biasa ini melambangkan pengorbanan tak terbatas Kristus demi keselamatan kita.

Jika Paulus harus dihukum mati karena pekerjaannya dalam memberitakan Injil, ia akan bersukacita karena hidupnya sedang "dicurahkan" sebagai persembahan kepada Allah. Karena persembahan curahan dalam Alkitab Ibrani, umumnya tidak berdiri sendiri, melainkan disertai suatu korban (lihat Bil. 15: 1-10; Bil. 28: 1-15), Paulus akan menganggap penyerahan hidupnya sebagai pelengkap yang tepat bagi "pengorbanan dan pelayanan" dari orang-orang percaya di Filipi, yang melalui iman telah memilih untuk mengabdikan hidup mereka kepada Allah sebagai "persembahan yang hidup” (Rm. 12: 1).

Orang-orang Kristen mula-mula, termasuk jemaat di Filipi (Flp. 1: 27–29), aktif dalam membagikan iman mereka. Mereka memberitakan Injil dari rumah ke rumah (Kis. 5: 42). Mereka membuka rumah mereka untuk mempelajari Kitab Suci (Kis. 12: 12; 1 Kor. 16: 19; Kol. 4: 15; Flm. 1, 2) dan mampu memberikan alasan berdasarkan Kitab Suci tentang apa yang mereka percayai (Kis. 17: 11; Kis. 18: 26; 1 Ptr. 3: 15). Para perintis Advent juga melakukan hal yang sama. Gantinya bergantung kepada para pendeta untuk memberitakan pekabaran kepada para tetangga, mereka membagikan iman, memberikan pelajaran Alkitab, dan mempersiapkan orang-orang agar siap untuk dibaptis ketika pendeta kembali.

Singkatnya, dengan pengorbanan pribadi yang besar bagi diri mereka sendiri, yaitu, sebagai "pengorbanan yang hidup," mereka bekerja untuk menyebarkan Injil. Tidakkah kita seharusnya melakukan hal yang sama?

Renungkan apakah artinya menjadi "persembahan yang hidup" dalam kehidupan Anda. Seberapa banyak Anda berkorban bagi kerajaan Allah, dan apakah jawaban yang Anda katakan tentang diri Anda?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp