Triwulan 1 Pelajaran 3, 2026.
“Dari rak pancang, dan kamar di bawah tanah, dari sarang dan gua dari bumi ini, di sanalah jatuh ke telinganya teriakan kemenangan orang yang mati syahid itu. Ia mendengar kesaksian dari jiwa-jiwa yang kuat, yang meskipun miskin, dirundung malang, disiksa, namun menyaksikan dengan tidak gentar untuk kepercayaan mereka, dengan mengatakan, 'Karena aku tahu kepada siapa aku percaya.' Orang-orang yang menyerahkan hidup mereka kepada iman ini, menyatakan kepada dunia bahwa Dia, kepada siapa mereka telah percaya, sanggup untuk menyelamatkan dengan sempurnanya"-Ellen G. White, Kisah Para Rasul (1999), hlm. 512.
"Belum pernah ada keberagaman iman yang begitu besar dalam Kekristenan seperti pada masa sekarang ini. Jika karunia [rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar (Ef. 4: 11-13)] diperlukan untuk menjaga kesatuan gereja mula-mula, betapa lebih lagi diperlukan untuk memulihkan kesatuan saat ini! Dan bahwa Allah bermaksud memulihkan kesatuan gereja pada akhir zaman sangat jelas dinyatakan dalam nubuatan. Kita diyakinkan bahwa para penjaga akan melihat dengan pandangan yang sama ketika Tuhan memulihkan Sion. Selain itu, pada waktu kesudahan, orang-orang bijaksana akan mengerti. Ketika hal ini digenapi, akan ada kesatuan iman di antara semua orang yang dianggap bijaksana oleh Allah; sebab bagi mereka yang benar-benar mengerti, pasti juga mengerti hal yang sama. Dari pertimbangan seperti ini, jelas bahwa keadaan gereja yang sempurna sebagaimana dinubuatkan ini masih berada di masa depan; oleh karena itu, karunia-karunia ini belum sepenuhnya mencapai tujuannya"-R.F. Cottrell, "Pendahuluan," dalam Ellen G. White, Tulisan-Tulisan Permulaan, hlm. 140.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:
1. Melihat kutipan di atas dari R.F. Cottrell, apakah yang diperlukan agar Roh Kudus membawa kesatuan dalam gereja Allah saat ini? Seberapa penting bagi kesatuan gereja penerapan nasihat yang diberikan melalui karunia nubuat?
2. Bagaimanakah Anda akan menjelaskan ajaran Alkitab tentang kematian kepada seorang teman yang percaya bahwa Paulus dan orang-orang Kristen lainnya yang telah meninggal, sekarang "bersama Kristus" di surga?
3. Bagaimanakah kita memahami kenyataan mengerikan dari penderitaan di dunia ini? Mengapa konsep "pertentangan besar" sangat menolong dalam memberikan pemahaman tentang semua ini? Namun, mengapa pada akhirnya kita harus memandang Yesus di kayu salib sebagai ungkapan kasih Bapa yang paling besar dan belajar untuk memercayai-Nya bahkan di saat-saat terburuk?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat