Triwulan 1 Pelajaran 3, 2026. 


Download Powerpoint




Kamis, 15 Januari 2026.

Bersatu dan Tak Kenal Takut


Bacalah Filipi 1: 27–30. Bagaimanakah kesatuan kita dan "sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil" berhubungan dengan rasa tidak kenal takut?

Strategi Iblis adalah memecah belah dan menaklukkan. Perpecahan itu mematikan. Yesus berkata, “dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan" (Mrk 3: 25). Ini adalah prinsip sederhana yang Iblis senang untuk kita lupakan. Persatuan akan menolong dalam menggenapi peran kita sebagai sisa umat dalam nubuatan Alkitab (Why. 12: 17), memberitakan “Injil yang kekal" kepada “segala bangsa, dan suku, dan bahasa, dan kaum" (Why. 14: 6). Karena persatuan sangat penting untuk melaksanakan misi penyebaran pekabaran yang diberikan Tuhan ini, dan doa Yesus dalam Yohanes 17 menekankan "kebenaran" firman Tuhan sebagai salah satu kunci utama bagi persatuan (Yoh. 17: 17, 19), maka pekabaran kita tidak dapat dipisahkan dari misi maupun kesatuan kita. Ketiga hal ini berdiri atau jatuh bersama. Jika salah satu dari ketiganya hilang, kita tidak dapat berhasil. Namun, jika semuanya ada, tidak ada yang perlu ditakutkan. Kita tidak perlu "digentarkan sedikitpun” oleh lawan (Flp 1: 28). Iblis adalah musuh yang telah dikalahkan. Bahkan jika kita harus mati karena iman kita, tidak ada yang akan membahayakan jika kita "rajin berbuat baik” (1 Ptr. 3: 13). Iblis tidak berdaya untuk menghentikan kemajuan kebenaran Tuhan.

Bacalah ayat-ayat Alkitab berikut dan buat rangkuman singkat tentang tema umum yang terkandung di dalamnya: Matius 10: 38; Kisah Para Rasul 14: 22; Roma 8: 17; 2 Timotius 3: 12.

Hidup di dunia yang telah jatuh ke dalam dosa ini memang sulit, bahkan bagi mereka yang "terbaik" di antara kita. Ayub adalah seorang yang benar; bahkan Allah sendiri berkata bahwa ia "orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1: 1). Namun, dalam sekejap, malapetaka menimpanya dan keluarganya. Siapa yang belum belajar, baik melalui pengalaman pribadi maupun dengan menyaksikan apa yang terjadi pada orang lain, bahwa hidup ini seperti berada di tepi jurang, dan kita tidak pernah tahu kapan kita akan terjatuh ke jurang? Penderitaan, dalam tingkat tertentu, adalah bagian dari hidup kita semua. Namun pada akhirnya, lebih baik menderita demi Kristus daripada untuk hal lain.

Harapan dan penghiburan apakah yang seharusnya kita miliki sebagai orang Kristen di tengah penderitaan kita?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp