Triwulan 1 Pelajaran 3, 2026. 


Download Powerpoint




Selasa, 13 Januari 2026.

Hidup dalam Keyakinan


Bacalah Filipi 1: 23, 24. Apakah yang dimaksud Paulus ketika ia mengatakan bahwa "pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus" adalah "jauh lebih baik"?

Ayat ini telah banyak disalahpahami sepanjang zaman. Dalam ayat-ayat pelajaran pekan ini, Paulus menjelaskan perbedaan mendasar antara hidup dan mati. Orang Kristen hidup bagi Kristus dan bahkan mungkin mati bagi-Nya. Dalam pengertian itu, kematian adalah sebuah "keuntungan" karena kesaksian kita menjadi lebih kuat dan lebih meyakinkan (Flp. 1: 21). Tidak diragukan lagi bahwa seseorang pasti memiliki keyakinan yang teguh jika ia rela mati untuk itu.

Namun, kita juga harus mengakui bahwa orang yang mati memang benar-benar mati. Mereka "tidak mengetahui apa-apa." Mereka beristirahat di dalam kubur sampai kebangkitan (lihat Pkh. 9: 5; Yoh. 5: 28, 29). Itulah sebabnya Yesus berkata tentang Lazarus yang telah mati, "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya" (Yoh. 11: 11).

Jika, ketika seseorang meninggal, ia langsung pergi ke surga, bayangkan bagaimana hal itu jadinya bagi Lazarus. Setelah empat hari menikmati sukacita di Firdaus, tiba-tiba seorang malaikat datang membawa "berita buruk": "Maaf, Lazarus, Yesus memanggilmu kembali ke dunia, engkau tidak bisa tinggal di sini."

Ketika kita mengikuti kesalahan hingga kesimpulan logisnya, kita dapat melihat betapa kelirunya hal tersebut. Kematian itu seperti tidur tanpa mimpi, dari mana Yesus akan membangunkan para pengikut-Nya yang setia pada Kedatangan-Nya yang Kedua; kemudian, bersama dengan orang-orang kudus yang masih hidup, mereka akan diangkat dan dibawa ke surga untuk selamanya hidup bersama Yesus (lihat 1 Tes. 4: 16, 17).

"Kepergian" Paulus dari kehidupan saat ini bersama Kristus berarti menderita dan mati bersama Dia (2 Tim. 4: 6) supaya "akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati (Flp. 3: 11). Selain itu, ia tentu menyadari bahwa ketika ia menutup matanya dalam kematian, hal berikutnya yang akan ia alami, secepat kedipan mata, adalah melihat Yesus, yang akan membawanya bersama seluruh umat Allah ke tempat yang Yesus telah siapkan bagi semua orang yang mengasihi-Nya (Yoh. 14: 3; 1 Kor. 2: 9).

Meskipun siap mati untuk Kristus, Paulus tahu bahwa akan lebih baik bagi jemaat Filipi jika ia tetap "hidup dalam daging" (Flp. 1: 24). Menariknya, bagi seorang Kristen, memilih antara hidup bagi Kristus atau mati bagi-Nya bukanlah hal yang mudah untuk diputuskan. Paulus sendiri merasa "terdesak di antara keduanya" (Flp. 1: 23), antara tetap hidup atau beristirahat di dalam kubur.

Sekali lagi, walaupun tidak seorang pun ingin mati, pernahkah Anda berpikir tentang bagaimana saat Anda meninggal, hal berikutnya yang akan Anda ketahui adalah kedatangan Kristus kembali? Bagaimanakah pemikiran itu dapat menolong Anda memahami pemikiran Paulus di sini?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp