Triwulan 2 Pelajaran 5, 2026. 


Download Powerpoint




Jumat, 1 Mei 2026.

Pendalaman


Tujuan dari mempelajari Alkitab adalah untuk mengenal Allah dan bertumbuh dalam hubungan Anda dengan-Nya, karena inilah arti dari hidup yang kekal untuk tinggal bersama Dia yang kita kasihi (Yohanes 5:39; Yohanes 17:3).

Salah satu bagian dari hubungan adalah keterlibatan timbal balik. Kita membaca dalam Wahyu 3: 20 bahwa Yesus ingin memiliki hubungan ini dengan kita, namun kita juga harus menyadari bahwa, sebagai makhluk ciptaan, kita selalu bisa belajar lebih banyak tentang Pencipta kita. Seperti seorang penambang yang menggali permata yang berharga, kita seharusnya terus-menerus menggali dalam Alkitab. Selalu ada hal baru yang bisa dipelajari, tidak peduli seberapa sering kita membaca kisah atau bagian tertentu dari Alkitab. “Apa pun kemajuan intelektual manusia, janganlah ia untuk sesaat pun berpikir bahwa tidak ada kebutuhan akan pencarian yang menyeluruh dan terus-menerus terhadap Kitab Suci untuk mendapatkan terang yang lebih besar. Sebagai umat, kita dipanggil secara pribadi untuk menjadi pelajar nubuat"-Ellen G. White, Counsels to Writers and Editors, hlm. 41.

Kita juga tidak seharusnya mencoba menyesuaikan Alkitab agar sesuai dengan opini atau pemikiran manusia kita sendiri. "Bagaimana kita harus mencari dalam Kitab Suci? Haruskah kita menetapkan doktrin satu demi satu, dan kemudian mencoba membuat semua ayat Alkitab sesuai dengan opini kita yang sudah ditentukan? Ataukah kita membawa ide dan pandangan kita ke dalam Kitab Suci, dan mengukur teori kita dari segala sisi dengan kebenaran dalam Kitab Suci? Banyak orang yang membaca bahkan mengajar Alkitab tidak memahami kebenaran berharga yang mereka pelajari atau ajarkan. ... Banyak yang memberikan makna pada kata-kata Kitab Suci yang sesuai dengan opini mereka sendiri"-Ellen G. White, Counsels to Writers and Editors, hlm. 36.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

1. Sikap seperti apakah yang biasanya Anda bawa saat datang kepada Alkitab? Apakah ada sesuatu yang perlu diubah? Mengapa sikap rendah hati dan penyerahan diri kepada Firman sangat penting?

2. Apakah ada pandangan atau pendapat yang sudah Anda tetapkan yang mungkin perlu Anda lepaskan agar Kitab Suci dapat berbicara dengan sendirinya? Jika ada, bagaimanakah Anda bisa mulai mendoakannya sekarang juga?

3. Bagaimanakah keinginan untuk menjadi orisinal bisa menjadi batu sandungan dalam hubungan seseorang dengan Allah? Dengan kata lain, bagaimana keinginan untuk menemukan sesuatu yang baru dan inovatif dapat menyesatkan seseorang-terutama jika itu dilakukan demi kepentingan pribadi?

Ringkasan: Belajar Alkitab secara pribadi adalah inti dari hubungan yang hidup dan bertahan lama dengan Allah. Firman Allah berbicara secara relevan ke dalam kehidupan abad ke-21 kita, sama seperti pada abad-abad sebelumnya. Seperti halnya dalam menjaga persahabatan, kita juga perlu mencari cara untuk menjaga kehidupan rohani kita tetap hidup dan segar ketika kita tinggal di dalam Yesus, percaya akan janji-Nya bahwa Firman-Nya: "tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya" (Yesaya 55: 11).



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp