Triwulan 2 Pelajaran 2, 2026.
Jika Anda ingin membagıkan kepada seseorang yang bukan Kristen sebuah gambaran dari Alkitab tentang karakter Allah, ke mana Anda akan merujuk?
Jawaban terbaik, tentu saja, adalah Yesus. Alkitab mengatakan bahwa Yesus bukan hanya mencerminkan Allah, tetapi menyatakan Allah. Ada banyak ayat Alkitab yang menjelaskan hal ini, tetapi yang paling sederhana adalah Yohanes 14: 9, di mana Yesus berkata: "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa." Untuk lebih mengenal seperti apa Allah itu, kita harus melihat kepada Yesus-kata-kata-Nya, tindakan-Nya, sikap-Nya, dan kasih-Nya yang besar kepada umat manusia melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
Kasih dan perhatian Bapa paling jelas dinyatakan dalam diri Anak-Nya, Yesus. Keindahan Alkitab adalah bahwa Allah memberikan kita empat perspektif yang kaya tentang kehidupan Yesus, agar kita memiliki gambaran yang utuh tentang siapa Dia sebenarnya. Dalam Matius (ditulis oleh orang Yahudi untuk orang Yahudi), kita melihat Yesus sebagai Mesias yang telah lama dinantikan, yang menggenapi nubuat-nubuat. Dalam Markus, kita melihat Yesus yang aktif melayani dan berkorban, selalu memikirkan orang lain dan taat kepada kehen-dak Bapa-Nya. Dalam Lukas, kita membaca tentang perasaan Yesus, tentang kemanusıaan-Nya yang sempurna dan belas kasıh-Nya, dan tulısan ını dıtulıs agar kıta memılikı keyakınan bahwa apa yang kıta baca ıtu sungguh benar (Luk 1: 3-4). Dalam Yohanes, kita melihat Yesus sebagai Anak Allah yang berinkar-nasi, dan kita dindang untuk percaya bahwa Yesus adalah sebagaimana yang Dia klaim, sehingga kehidupan rohani kita dapat diperbarui. Walaupun keempat Injil mencakup tema yang sama, "mereka tidak menyampaikan hal-hal itu de-ngan gaya yang sama persis. Setiap penulis memiliki pengalaman pribadinya masing-masing, dan keragaman ini memperluas dan memperdalam pengenalan yang disampaikan untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam pikiran"— Ellen G. White, Manuscript 105, 1900. Injil manakah yang terakhir Anda baca?
Dalam Matius 1: 23, sebuah nama khusus diberikan kepada Yesus. Mengapa hal ini penting untuk memahami karakter Allah? Baca Matius 28: 20, khususnya bagian terakhir dari ayat tersebut. Bandingkan dengan Matius 1: 23. Apakah yang Anda perhatikan?
Kita baru saja menyentuh permukaan dari topik yang sangat besar ini, yaitu karakter Allah. Allah jauh lebih besar dan lebih luar biasa daripada yang dapat kita pahami, dan kita akan terus belajar tentang Dia sepanjang kekekalan.
Allah layak menerima pujian kita karena siapa Dia adanya dan karena apa yang telah dan sedang Dia lakukan dalam hidup kita. Luangkan waktu sekarang untuk menaikkan doa pujian kepada Allah atas siapa sebenarnya Dia. Nyatakan secara spesifik berdasarkan apa yang Alkitab katakan tentang Allah. (Sebagai contoh: "Terima kasih, ya Allah, karena Engkau adalah _________, seperti yang Engkau katakan kepadaku dalam ____________.")
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat