Triwulan 2 Pelajaran 2, 2026.
Kasih mungkin merupakan kata yang paling umum digunakan oleh orang Kristen untuk menggambarkan karakter Allah. Ini bisa jadi karena pernyataan identitas yang begitu jelas dalam 1 Yohanes 4: 8, yang berkata, , "Allah adalah kasih." Yohanes tidak mengatakan, "Allah penuh kasih," tetapi "Allah adalah kasih." Kasih bukan sekadar tindakan-Nya kasih adalah karakter-Nya, inti dari siapa Dia sebenarnya.
Namun bagi banyak orang, gambaran mereka tentang Allah berasal dari definisi kasih menurut manusia, yang seringkali terdistorsi dan tidak sempurna. Sebaliknya, justru definisi kasih kita yang seharusnya dibentuk oleh siapa Allah itu dan apa yang Dia yatakan tentang diri-Nya melalui firman-Nya yang dinspirasikan.
Apakah yang dijelaskan dalam 1 Yohanes 4: 7-19 tentang kasih?
Kasih Allah adalah kasih yang sempurna, bebas, dan sangat bersifat rela-sional, sebagaimana dinyatakan dalam undangan yang berulang kali untuk "tinggal" di dalam Dia dalam 1 Yohanes, karena "kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia" (1 Yoh. 4: 16). Allah adalah kasih, dan Dia menciptakan kita menurut gambar-Nya (Kej. 1: 27) untuk mengasihi dan merindukan kasih. Dalam bahasa Ibrani, salah satu kata utama untuk kasih adalah hesed. Kata ini menggambarkan kasih per-janjian Allah kepada umat manusia, yang mencakup sifat-sifat seperti kesetiaan, perindungan, keteguhan hati, dan kelembutan.
Bahasa Ibrani dan Yunani kuno memiliki banyak nama berbeda untuk me-nyebut Allah—nama-nama yang mengandung makna mendalam dan menjelas-kan berbagai aspek dari karakter Allah yang indah. Berikut dua contohnya:
• Adonai: Tuhan atas segala sesuatu, yang memerintah untuk selama-lamanya, dalam konteks perjanjian (Kej. 15: 2; Hak. 6: 15; Mal. 1: 6; Mzm. 97: 5).
• Yahweh-Yireh: TUHAN yang menyediakan (Kej. 22: 13-14).
Pada akhırnya, ungkapan kasıh Allah yang palıng besar dınyatakan melalui pem-berıan Anak-Nya ke dunıa ını ( Yoh. 3: 16), yang matı bagı orang-orang berdosa (Rm. 5: 8). Allah sebenarnya bisa saja menahan pemberian ini dari umat manusia, tetapi karena kasih-Nya yang luas, radikal, dan sepenuhnya tanpa pamrih, Allah mengutus Yesus ke dunia agar kita memiliki kebebasan untuk menanggapi kasih-Nya, yang dinyatakan melalui kematian pengganti-Nya bagi kita. Yesus bukan hanya menjem-batani pemisahan antara kita dan Allah akibat dosa (Yes. 59: 1-2), tetapi Dia juga menunjukkan karakter Allah yang sempurna melalui hidup-Nya (Yoh. 14: 9; Ibr. 1: • 3) dan menarik semua orang kepada-Nya (Yoh. 12: 32).
Banyak nama Allah mencerminkan kekudusan dan kasih-Nya sebagai inti karakter-Nya. Bacalah 1 Korintus 13: 4-8, dan gantikan setiap kata "kasih" dengan "Allah". . Bagaimanakah hal ini memperluas pemahaman Anda ten- tang karakter Allah? Jika Anda menggantikan kata "kasih" dengan nama Anda sendiri, seberapa cocok deskripsi itu menggambarkan diri Anda?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat