Triwulan 2 Pelajaran 2, 2026.
Alkitab memberikan gambaran tentang Allah yang paling benar, paling jelas. dan paling konsisten. Seluruh Alkitab berusaha menyingkap tirai tak terlihat yang memisahkan dunia kita yang kelihatan dari yang tak kelihatan; untuk me-nunjukkan dari mana asal kita dan kemana tujuan kita; dan, pada akhirnya, un-tuk menunjukkan siapa yang memegang kendali dan seperti apa Dia sebenarnya.
Dari Kejadian hingga Wahyu, kita membaca tentang satu-satunya Allah yang benar, yang menyatakan diri-Nya kepada kita melalui Alkitab dan melalui Yesus Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia. Kita dapat membaca tentang kemahakuasaan Allah (Ay. 1: 12), kemahatahuan-Nya (Yes. 46: 9, 10), keadilan-Nya (Yes. 30: 18), kemurahan-Nya (Ul. 7; 9), kasih setia dan kesa-baran-Nya terhadap kita (Rm. 2: 4), hikmat-Nya (1 Kor. 2: 7), anugerah-Nya (2 Kor. 12: 9), pengampunan-Nya (Mat. 6: 14), kehendak-Nya bagi hidup kita (Yer. 29: 1l), kuasa-Nya untuk mengalahkan maut (loh. Il: 25), pemerıntahan-Nya sebagai Raja (Mzm. 4/: 8), sıtat kekal-Nya (Ul. 33: 27), dan banyak lagı sılat lainnya yang memberıkan kita begitu banyak alasan untuk mengasihi Dia dan memiliki hubungan yang erat dengan-Nya. Semakin kita mengenal Allah dan seperti apa Dia, semakin kita akan mengasihi-Nya dan merindukan hubungan yang dekat dan tetap dengan-Nya.
Adalah Lucifer yang pertama kali meragukan karakter Allah. Keraguannya terhadap siapa Allah sebenarnya pada akhirnya menarah pada peperangan terbesar dalam sejarah alam semesta kita. Sejak saat itu, "adalah plajaran tetap Iblis untuk menyibukkan pikiran manusia dengan hal-hal yang akan meng-halangi mereka memperoleh pengetahuan tentang Allah"-Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 5, hlm. 740. Iblis tidak peduli seperti apa gam-baran kita tentang Allah (panteisme, ateisme, deisme, dan sebagainya), selama itu bukan gambaran yang benar.
Bacalah Kejadian 3: 1-5. Apakah tujuan Lucifer dalam percakapannya dengan Hawa? Kebohongan apakah yang dia katakan kepada Hawa tentang karakter Allah?
Pada akhirnya, pesan Iblis kepada Hawa adalah ini: Allah menyembunyikan sesuatu dari Anda. Allah tidak menginginkan yang terbaik untuk Anda. Anda tidak bisa memercayai-Nya. Ellen White memperluas pemahaman ini ketika ia menulis, "Sejak permulaan pertarungan yang besar itu, Iblis bertujuan menam-pilkan dengan cara yang salah akan tabiat Allah, dan membangkitkan pembe-rontakan melawan hukum-Nya"—Sejarah Para Nabi (1999), jld. 1, hlm. 399.
Bagaimanakah karakter Allah disalahartikan di dunia kita? Lebih pen-ting lagi, bagaimana mungkin Anda, pada waktu-waktu tertentu, telah salah mengartikan karakter-Nya kepada orang lain?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat