Triwulan 1 Pelajaran 9, 2026. 


Download Powerpoint




Selasa, 24 Februari 2026.

Rancangan Kekal Allah


Bacalah Kolose 1: 24, 25. Apakah yang Paulus katakan mengenai penderitaannya demi Kristus?

Meskipun Paulus menulis surat Kolose saat berada dalam tahanan rumah di Roma, mungkin penderitaan terbesarnya adalah ketidakmampuannya untuk melayani dengan sepenuh tenaga dari satu tempat ke tempat lain dan dari rumah ke rumah, seperti yang sebelumnya ia lakukan (Kis. 20: 20). Penderitaan (atau kesengsaraan) ini, yang telah diperingatkan oleh Kristus sebelumnya (Mat. 24: 9; Yoh. 16: 33), "tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita" (Rom. 8: 18). Inilah gambaran yang lebih besar. Seperti yang telah Paulus tuliskan kepada jemaat di Filipi, kini kepada jemaat di Kolose, ia bersukacita atas penderitaannya, yang adalah untuk kepentingan mereka (Kol. 1: 24).

Paulus boleh saja di penjara, tetapi "firman Allah tidak terbelenggu" (2 Tim. 2: 9). Saat dalam kurungan ini, ia juga menulis surat kepada jemaat di Filipi, Efesus, serta surat kepada Filemon. Setelah dibebaskan, Allah menginspirasikannya untuk menulis nasihat-nasihat penting dalam 1 Timotius dan Titus. Kemudian, selama pemenjaraan terakhirnya di penjara Roma, ia menulis 2 Timotius. Singkatnya, tahun-tahun terakhir ini memberikan kesempatan bagi Paulus untuk menulis bagian penting dari Perjanjian Baru, yang mungkin juga termasuk kitab Ibrani.

Rencana kekal Allah telah merancang semua ini dan bahkan lebih dari itu. Kata Yunani yang digunakan Paulus dalam Kolose 1: 25, yang umumnya diterjemahkan sebagai "penatalayanan" adalah oikonomia. Dalam arti terbatas (seperti dalam 1 Tim. 1: 4), kata ini merujuk pada "cara Allah mengatur segala sesuatu"- Luke Timothy Johnson, The First dan Second Letters to Timothy (New York: Doubleday, 2001), hlm. 164. Hal ini mencakup kerasulan Paulus. Namun, dalam arti yang lebih luas, oikonomia mencakup seluruh ketetapan yang telah Allah buat dalam rencana keselamatan. Pelayanan Paulus, para rasul lainnya, dan bahkan para nabi Perjanjian Lama (Ef. 2: 20; Ef. 3: 5), termasuk Musa, dirancang "untuk menggenapi firman Allah" (Kol. 1: 25), semuanya berkaitan dengan rencana Ilahi ini.

Meskipun kita akan melihat lebih dekat topik ini dalam pelajaran besok, ada baiknya saat ini untuk memperhatikan bahwa Paulus menyadari pelayanannya hanya sebagai satu bagian kecil dari rencana Tuhan yang jauh lebih besar dan berjangka panjang, yang mulai dilaksanakan "sebelum dunia dijadikan" (Mat. 13: 35; Ef. 1: 4).

Pikirkan tentang hidup Anda sendiri. Bagaimanakah keputusan yang Anda buat (besar dan kecil) seturut dengan rencana Allah yang lebih besar? Dapatkah kita benar-benar mengetahui apakah suatu keputusan itu benar-benar "kecil"? Bagaimanakah keputusan itu dapat memiliki dampak yang lebih besar yang baru akan terlihat di kemudian hari?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp