Triwulan 1 Pelajaran 9, 2026.
Bacalah Kolose 1: 23. Menurut Anda apakah yang Paulus maksudkan dengan tetap "teguh dan tidak bergoncang" dalam iman? (Lihat juga Kol. 2: 5 dan Ef. 3: 17.)
Dalam bahasa Yunani, terdapat empat jenis pernyataan “jika,” masing-masing dengan nuansa yang berbeda. Pernyataan yang digunakan di awal Kolose 1: 23 mengasumsikan bahwa kondisi tersebut benar. Artinya, Paulus mendorong jemaat Kolose dengan keyakinan bahwa mereka memang akan tetap bertekun dalam iman. Sebagaimana yang segera ia tunjukkan, Paulus telah melihat bukti iman dan keteguhan mereka (Kol. 2: 5). Namun demikian, harapan mereka tetap bersyarat, bergantung pada ketekunan mereka dalam menapaki jalan iman yang telah mereka tempuh.
Gagasan tentang ketekunan ini tercermin dalam kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “bertekun” (Kol. 1: 23). Kata ini digunakan untuk para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang terus mendesak Yesus agar memberikan jawaban tentang apa yang harus dilakukan terhadap perempuan yang kedapatan berzina (Yoh. 8: 7); Kata yang sama juga digunakan dalam kisah Petrus yang terus mengetuk pintu setelah Rode mengenali suaranya tetapi malah meninggalkan pintu dalam keadaan terkunci dan berlari ke dalam untuk memberi tahu orang lain (Kis. 12: 16). Kata ini juga digunakan oleh Paulus, yang mendorong Timotius untuk tetap memegang teguh ajaran doktrin dan pedoman praktis yang telah ia ajarkan (1 Tim. 4: 16). Maknanya di sini sama kecuali bahwa kata ini diterapkan kepada orang percaya secara umum.
Seperti yang akan kita lihat dalam pelajaran pekan depan, Paulus khawatir bahwa jemaat Kolose mungkin mengejar cara-cara keselamatan yang berpusat pada manusia, gantinya berpegang teguh pada pengharapan yang ditawarkan oleh Injil (lihat, misalnya, Kol. 2: 8, 20-22). Kata “teguh” merujuk pada dasar iman dan kasih yang kokoh, yang didasarkan pada Firman Allah (lihat Mat. 7: 25; Ef. 2: 20; Ef. 3: 17).
Terkait dengan gagasan ini, kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “tidak bergoncang" mengacu pada suatu struktur yang tidak tergoyahkan dan, secara lebih luas, pada seorang Kristen yang tidak dapat "digeser dari pengharapan Injil” (Kol. 1: 23). Kata yang sama juga digunakan dalam 1 Korintus 15: 58: "berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."
Bertentangan dengan kepercayaan umum tentang "sekali diselamatkan, tetap diselamatkan," Paulus justru mengatakan sesuatu yang sama sekali berbeda.
Bagaimanakah pengalaman Anda mengenai pentingnya bertekun dalam iman? Dengan kata lain, mengapa Anda harus selalu secara sadar memilih untuk melakukannya? Apakah yang akan terjadi jika Anda tidak melakukannya?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat