Triwulan 1 Pelajaran 8, 2026. 


Download Powerpoint




Jumat, 20 Februari 2026.

Pendalaman


"Seorang manusia biasa yang mengatakan hal-hal seperti yang Yesus katakan tidak mungkin menjadi seorang guru moral yang agung. Ia pasti seorang gila-setara dengan orang yang mengatakan bahwa dirinya adalah telur rebus atau Ia adalah Iblis dari neraka. Anda harus membuat pilihan. Orang ini adalah Anak Allah, baik dulu maupun sekarang; atau la seorang gila, atau bahkan sesuatu yang lebih buruk lagi. Anda dapat mendiamkan-Nya karena kebodohan, Anda bisa meludahi-Nya dan membunuh-Nya seperti seorang penjahat; atau Anda bisa sujud di kaki-Nya dan menyebut-Nya Tuhan dan Allah. Namun, janganlah kita datang dengan omong kosong yang merendahkan bahwa la hanya seorang guru manusia agung. Ia tidak memberi kita pilihan itu. Ia tidak bermaksud demikian"C.S. Lewis, Mere Christianity (New York, Collier Books, 1952), hlm. 41. jasmani, dan tidak

"Allah Bapa adalah seluruh kepenuhan Keallahan secara dapat dilihat oleh mata manusia fana.

"Allah Anak adalah seluruh kepenuhan Keallahan yang dinyatakan. Firman Allah menyatakan Dia sebagai 'wujud yang nyata dari pribadi-Nya""-Ellen G. White, Evangelism, hlm. 614.

"Kristus adalah Putra Anak yang telah ada sejak kekekalan dan ada dengan sendirinya. Berbicara mengenai keberadaan-Nya sebelum dunia dijadikan, Kristus membawa pikiran kita kembali ke masa yang tak terhingga. Ia meyakinkan kita bahwa tidak pernah ada waktu di mana Ia tidak berada dalam persekutuan yang erat dengan Allah yang kekal.

Ia adalah Anak yang "Ia setara dengan Allah, tak terbatas dan mahakuasa. kekal dan ada dengan sendirinya"-Ellen G. White, Evangelism, hlm. 615.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

1. Renungkan lebih dalam tentang keilahian Yesus yang kekal. Renungkan implikasi dari seluruh rencana keselamatan dan makna pengorbanan di kayu salib seandainya Yesus bukan Allah yang kekal, Pribadi yang tidak pernah diciptakan tetapi telah ada sejak kekekalan. Mengapa ajaran ini begitu penting? Dalam kelas, diskusikan apakah artinya jika, pada kenyataannya Yesus tidak kekal, tetapi dalam bentuk tertentu, Ia sendiri diciptakan. Sekali lagi, apakah yang hilang dalam pemikiran semacam itu?

2. Ketika kita merenungkan Yesus, Injil, dan rencana keselamatan, mengapa kita harus selalu mengingat konsep keterlibatan dan kepentingan seluruh alam semesta terhadap apa yang telah dilakukan Yesus di dunia ini, sebagai bagian dari pemikiran kita? Apakah yang mungkin mereka pikirkan ketika mereka melihat Sang Pencipta mereka-Pencipta yang kekal tergantung di kayu salib? Kita mungkin merasa takjub akan hal itu, tetapi alam semesta yang tidak jatuh ke dalam dosa mengenal-Nya dalam kemuliaan kekal-Nya. Apakah yang mungkin mereka pikirkan ketika menyaksikan Dia yang mereka sembah di surga mati di kayu salib?

3. Apakah yang akan Anda katakan kepada seseorang yang tidak percaya bahwa Bapa dan Anak selalu ada bersama sejak kekekalan? Mengapa kebenaran ini begitu penting? Bagaimanakah Anda akan menjelaskan bahwa tidak pernah ada satu waktu pun ketika Bapa ada tanpa Anak, kecuali di kayu salib, ketika untuk sementara terjadi "pemisahan kuasa Ilahi (Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, jld. 7, hlm. 924)?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp