Triwulan 1 Pelajaran 8, 2026. 


Download Powerpoint




Minggu, 15 Februari 2026.

Gambar Allah yang Tidak Kelihatan


Ketika kita melihat pada sebuah cermin atau foto, kita melihat gambar diri kita sendiri, tetapi itu hanyalah gambar dua dimensi yang datar. Dalam beberapa aspek, sebuah patung memberikan gambaran yang lebih jelas, namun tetap jauh dari realitas yang hidup, bernapas, dan bergerak. Konsep Alkitab mengenai gambar, meskipun terkadang merujuk pada representasi yang lebih sederhana, menunjukkan sesuatu yang lebih luas lagi.

Bacalah Kejadian 1: 26, 27; Kejadian 5: 3; 1 Korintus 15: 49; 2 Korintus 3: 18; dan Ibrani 10: 1. Rangkumlah berbagai makna "gambar" dalam ayat-ayat ini. Bagaimanakah makna tersebut berbeda dari gambaran Yesus sebagai gambar Allah?

Manusia diciptakan untuk menyerupai Allah sejauh yang memungkinkansecara fisik, rohani, relasional, dan fungsional. Namun, semua itu hanya mencerminkan gambar Allah dalam aspek-aspek tertentu, dan dosa telah merusaknya. Tetapi, Yesus memampukan kita untuk "melihat" Allah yang tidak kelihatan. "Barangsiapa telah melihat Aku," kata Yesus, "ia telah melihat Bapa" (Yoh. 14: 9). Ia adalah "gambaran wujud" Allah (Ibr. 1: 3). Ia adalah pikiran Allah yang dapat didengar dan karakter Allah yang dapat dilihat.

Bacalah Matius 11: 27 dan Yohanes 1: 1, 2, 14, 18. Apakah yang membuat Yesus satu-satunya yang dapat menyatakan Bapa?

Perhatikan cara lain Yesus menggambarkan hubungan-Nya dengan Allah Bapa: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga" (Yoh. 5:17).

"Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10: 30).

"Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yoh. 14: 6).

Yesus juga berulang kali menggambarkan diri-Nya dalam arti mutlak sehubungan dengan nama Allah: "AKU ADALAH AKU" (lih. Kel. 3: 14); "Akulah roti hidup” (Yoh. 6: 35); "Akulah terang dunia" (Yoh. 8: 12); “Akulah gembala yang baik" (Yoh. 10: 11, 14); “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yoh. 11: 25); "Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku" (Yoh. 14: 11); serta "sebelum Abraham jadi, Aku telah ada" (Yoh. 8: 58).

Jika Yesus bukan Allah itu sendiri, bukankah itu berarti bahwa Bapa hanya mengutus makhluk ciptaan untuk mati bagi kita? Mengapa hal ini sangat berbeda secara radikal dan penting dibandingkan dengan Allah sendiri, dalam pribadi Kristus, yang mati bagi kita?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp