Triwulan 1 Pelajaran 8, 2026. 


Download Powerpoint




Senin, 16 Februari 2026.

Yang Sulung dari Segala yang Diciptaan


Dalam Perjanjian Baru, istilah "Anak sulung" atau "yang sulung" hampir selalu merujuk kepada Yesus (lih. Luk. 2: 7; Rm. 8: 29; Ibr. 1: 6; Why. 1: 5), termasuk dua kali kemunculannya dalam Kolose. Namun, bahkan ketika istilah ini merujuk kepada orang lain, itu tidak selalu berarti yang lahir pertama secara kronologis. Konsep “anak sulung" dalam Alkitab lebih menekankan hubungan khusus seorang anak dengan ayahnya, terlepas dari urutan kelahiran. Selain itu, ada beberapa contoh di mana anak-anak yang lebih muda justru menjadi lebih menonjol, seperti Ishak, Yakub, dan Yusuf.

Daud, meskipun merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara, diurapi menjadi raja (1 Sam. 16: 10-13), dan melalui pemazmur, Allah berfirman, "Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi (Mzm. 89: 27). Dia juga berfirman kepada Musa, "Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung" (Kel. 4: 22). Dalam pengertian ini, istilah "anak sulung" mengandung makna keutamaan atau kedudukan tertinggi.

Bacalah Kolose 1: 15-17. Apakah alasan yang Paulus berikan untuk menyebut Yesus sebagai "yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan"?

Jelas bahwa Paulus tidak bermaksud menyatakan bahwa Yesus adalah makhluk pertama yang diciptakan. Sebaliknya, ia dengan tegas menolak kemungkinan itu. Dua kali, dalam dua cara berbeda, ia mengatakan bahwa Yesus menciptakan segala sesuatu. Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (Kol. 1: 16). Dalam kedua pernyataan ini, Yesus disebut sebagai pribadi yang secara langsung menjadi perantara melalui siapa Allah melaksanakan proses penciptaan (lihat juga Ef. 3: 9; Yoh. 1: 1-3; Why. 4: 11).

Pernyataan Paulus mencakup segala aspek yang mungkin. Segala sesuatu berarti semuanya Secara ruang (langit dan bumi), secara ontologis (yang kelihatan dan yang tidak kelihatan), dan secara fungsional (takhta, kekuasaan, pemerintah, penguasa). Istilah terakhir biasanya merujuk pada para malaikat (lihat Ef. 3: 10; Ef. 6: 12). Seolah-olah untuk memastikan bahwa Ia tidak disalahpahami, Paulus juga menegaskan bahwa Yesus terlebih dahulu ada "dari segala sesuatu” (Kol. 1: 17). Istilah Yunani ini dapat berarti keutamaan dalam kedudukan maupun keutamaan dalam waktu, tetapi dalam setiap penggunaan lainnya dalam tulisan Paulus, istilah ini selalu merujuk pada waktu (lihat, misalnya, 1 Kor. 2: 7; Gal. 1: 17; Ef. 1: 4).

Alasan lain yang diberikan Paulus untuk keutamaan Yesus adalah bahwa "segala sesuatu ada di dalam Dia" (Kol. 1: 17). Kata Yunani (synistēmi) secara harfiah berarti "menghimpun" atau "menyatukan." Yesus adalah faktor pemersatu alam semesta, bukan hanya karena peran-Nya sebagai Pencipta, tetapi juga karena Dia adalah Penebus.

Allah, Sang Pencipta, telah mati bagi kita. Apakah yang dapat ditambahkan oleh perbuatan kita kepada hal itu? Mengapa gagasan bahwa perbuatan kita dapat menambahkan sesuatu kepada apa yang telah Kristus lakukan bagi kita dianggap menghujat?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp