Triwulan 1 Pelajaran 13, 2026.
Ayat Inti: 1 Tesalonika 5: 18.
Fokus Pelajaran: Kolose 4: 7-18.
Kata-kata terakhir Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose dipenuhi dengan kasih dan perhatian yang tulus bagi jemaat. Tikhikus dan Onesimus adalah saudara-saudara yang dikasihi (Kol. 4: 7, 9). Lukas adalah seorang dokter yang dikasihi (Kol. 4: 14). Hati Paulus dipenuhi dengan kasih. Kasihnya kepada rekan-rekan sekerjanya merupakan gambaran dari kasihnya kepada jemaat. Kasih dan perhatiannya kepada para pendengarnya menunjukkan keıngınannya untuk mengetahui keadaan mereka dan menghibur mereka (Kol. 4: 8).
Keinginan Paulus berkenaan dengan jemaat di Kolose adalah agar mereka "berdiri teguh sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh" (Kol. 4: 12). Karena alasan ini, ia mengumpulkan "tim impian" untuk bekerja bersamanya. Kolose 4: 7-14, seperti sebuah parade, yang menampilkan satuan prajurit Kristen pemberani yang berbaris dalam pertempuran yang paling pen-ting, peperangan rohani. Paulus mengajarkan kita bahwa tugas misi adalah kerja sama tim. Dalam pekerjaan mereka untuk jemaat di Kolose, Tikhikus dan Onesimus tampil di garis depan, diutus oleh Paulus untuk memberi dan mendapatkan informasi (Kol. 4: 7-9). Selain mereka, rekan-rekan sekerja Paulus lainnya juga sangat berkomitmen kepada jemaat di Kolose (Kol. 4: 10-14).
Pelajaran pekan ini menekankan tiga tema utama:
A. Tugas misi adalah usaha bersama dari orang-orang yang bekerja sama dalam hubungan yang erat.
B. Karena tugas misi adalah usaha bersama, para pemimpin gereja dan misionaris harus bekerja dengan tujuan yang jelas ini dalam pikiran, sehingga anggota jemaat dapat "berdiri teguh ... dan yang berkeyakinan penuh" (Kol. 4: 12).
C. Kasih yang mendalam kepada Yesus menyingkirkan segala kemungkinan untuk berkompromi dengan standar dunia ini dan dengan materialisme yang menjadi ciri khasnya.
Tugas Misi Melibatkan Kerja Sama Tim
Yesus menekankan pentingnya kerja sama tim. Misalnya, dalam Lukas 5, kita melihat kisah Yesus di Danau Genesaret, di mana la "melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya" (Luk.
3: 1, 2). Orang-orang ini telah berhenti menangkap ikan, karena mereka tidak dapat menangkap apa pun! Yesus menyuruh mereka untuk menebarkan jalanya, sekali lagi, "untuk menangkap ikan" (Luk. 5: 4; penekanan ditambahkan). Tiba-tiba, "setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ıkan, sehingga jala mereka mulai koyak" (Luk. 5: 6). Jadi, mereka yang berada di satu perahu "memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya (Luk. 5: 7; penekanan ditambahkan). sungguh suatu pelajaran yang luar biasa-bagi mereka dan bagi kita! Kini. Yesus dapat berkata, "Mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia" (Luk. S: 10; penekanan ditambahkan).
Kolose 4: 7-14 memperlihatkan komitmen Paulus terhadap kerja sama tim (lihat juga | Kor: 3: 5-9). la tidak sendirian dalam usaha misinya. Pada bagian ini dalam kitab Kolose, rasul menyebutkan sebuah tim misionaris, yang terdiri darı sembilan orang! Kita dapat memperoleh wawasan berharga dari bagaimana ia menggambarkan keterlibatan mereka dalam misi Injil.
| Tikhikus | (A)Saudara yang kekasih:
(B)Hamba yang setia; (X)Kawan pelayan dalam Tuhan | Kol 4:7 |
| Onesimus | (A)Saudara yang setia;
(B)Saudara yang kekasih; (X)Seorang dari antaramu | Kol 4:9 |
| Aristarkhus | (A)Temanku sepenjara | Kol 4:10 |
| Markus | (A)Kemenakan Barnabas | Kol 4:10 |
| Barnabas | Tidak ada penjelasan: sosok yang sudah dikenal dengan baik. | Kol 4:10 |
| Yesus | (A)Dinamai Yustus | Kol 4:11 |
| Epafras | (A)Seorang dari antaramu;
(B)Hamba Kristus Yesus; (X)Selalu bergumul dalam doanya untuk kamu; (Y) la sangat bersusah payah untuk kamu | Kol 4:12,13 |
| Lukas | (1)Tabib yang kekasih | Kol 4:14 |
| Demas | Tidak ada penjelasan | Kol 4:14 |
Tabel ini menyingkapkan bahwa Paulus memiliki tim "impian". Tugas misi bukanlah kegiatan yang dilakukan sendiri. Semakin banyak orang yang terlibat dalam tugas misi, semakin besar hasilnya. Akan tetapi, ada juga ruang bagi misionaris yang semi-anonim, seperti "Yesus yang disebut Yustus" (Kol. 4: 11). Ayat ini adalah satu-satunya tempat di mana ia disebutkan dalam seluruh Perjanjian Baru. Menariknya, Paulus tidak mengatakan apa pun tentang Demas (Kol. 4: 14). Mungkin, kebungkaman Paulus adalah karena tidak ada hal positif yang disebutkan rasul dalam 2 Timotius 4: 10. Patut dicatat bahwa tim misio-yang dapat dikatakan, karena Demas mungkin telah menjauh dari ıman, seperti
Beberapa catatan lebih lanjut dapat dibuat:
Pertama, Tikhikus dan Onesimus digambarkan sebagal orang-orang yang dikasihi dan setia.
Kedua, Onesimus dan Epafras adalah "seorang dari antaramu," yang berart bahwa mereka adalah anggota jemaat di Kolose.
Ketiga, Epafras lebih jauh digambarkan sebagai "hamba Kristus Yesus," seorang yang suka berdoa, dan seseorang yang sangat bersemangat untuk jemaat. Meskinun tidak berada di Kolose. Epafras "selalu bergumul" dalam doanya untuk kamu (Kol. 4: 12). Kita dapat memetik pelajaran berharga dari sikap ini: ketika seseorang tidak dapat menolong secara langsung, seseorang masih dapat Keempat, beberapa dari orang-orang ini muncul dalam kitab Kisah Para Rasul sebagai teman-teman seperja lanan Paulus (Aristarkus [mis, Kis. 19: 29; Kis 20: 4, 5; Kis. 27: 2]; Tikhikus (mis., Kis. 20: 4]; Barnabas [mis., Kis. 12: 25; Kis. 13: 1-15; Kis. 14: 19-287).
Kelima, menyebutkan Onesimus, seorang yang baru bertobat (Flm. 10), menunjukkan bahwa Paulus tertarik dalam melatih jiwa-jiwa untuk pelayanan sehingga mereka akan menjadi rekan sekerjanya (Kol. 4: 11).
Keenam, pada awalnya, Paulus tidak mau memberi kesempatan kedua kepada Markus, seorang misionaris yang ragu-ragu (Kis. 15: 38), tetapi ia kemudian mempertimbangkannya kembali (Kol. 4: 10; 2 Tim. 4: 1I), bahkan, pada waktu-nya, menyebutnya sebagai rekan sekerja (Filemon 24).
Ketujuh, ungkapan kasih Paulus dan salam yang ia kirimkan dari rekan-rekan sekerjanya kepada jemaat memupuk rasa persahabatan antara para pemimpin gereja dan jemaat.
Dewasa dan Penuh
Dalam pekerjaan mereka, para pemimpin Kristen harus berfokus pada satu tujuan yang jelas: membantu anggota gereja bertumbuh dalam iman dan sepenuhnya selaras dengan kehendak Tuhan. Mereka harus bekerja dan berdoa agar anggota gereja menjadi "dewasa dan penuh" (Kol. 4: 12). Sekilas, istilah-istilah ini mungkin memberikan kesan yang salah bahwa Paulus menganjurkan keti-dakberdosaan atau kesempurnaan mutlak, tetapi sebenarnya tidak demikian.
Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai "dewasa" adalah teleios (1 Kor. 2: 6;
1 Kor: 14: 20; Flp. 3: 15). Sebaliknya, kata Yunani yang diterjemahkan sebagai
"penuh" adalah plēroõ, yang, ketika diterapkan pada orang-orang, digunakan di tempat lain dalam merujuk kepada tindakan Tuhan untuk memenuhi seseorang dengan berkat-berkat rohani (lihat Kis. 2: 28; Rm. 15: 13). Dalam Efesus 4: 13;
Paulus menyatakan bahwa "kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang
Anak Allah" menghasilkan "kedewasaan penuh".
Paulus ingin jemaat di Kolose mengembangkan karakter seperti Kristus. Sebelumnva dalam suratnya, ia mengunokapkan keprihatinannya tentang "kehendak Tuhan dalam segala hikmat dan pengertian yang benar" (Kol. 1: 9). masalah ini (Kol. 2: 6, 7). Cara hidup seperti Kristus mencakup mengetahui Itu juga berarti hidup "layak di hadapan-Nya," menyenangkan Dia, "memberi buah dalam segala bekeriaan vano beil» dan «bertumbuh calam pengetahuan buah dalam segala bekeriaan vano boilsdau ekartumlnh dalam pengetahuar yang benar tentang Allah" (Kol. I: 10). Karakteristik tambahan dari kedewasaan rohani ditekankan dalam Kolose 2: 2, di mana Paulus berbicara tentang "bersatu Singkatnya, Paulus mengatakan bahwa tujuan dari pemberitaan adalah untuk dalam kasih," untuk mencapai "segala kekayaan dan keyakinan pengertian." 1: 28; lihat juga Kol. 1: 29). mempersembahkan "tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus (Kol.
Peringatan terhadap Materialisme
Alkitab mengajarkan bahwa orang Kristen tidak boleh mengikuti nilai-nilai dunia atau materialisme yang menjadi ciri khasnya (Rm. 12: 2). Namun, Demas terjebak dalam perangkap mencintai dunia sekarang ini (2 Tim. 4: 10). Dalam kitab Roma 12: 2 dan 2 Timotius 4: 10, kata Yunani yang diterjemahkan sebagaı
"dunia" adalah aiğn. Kata ini digunakan dalam kaitannya dengan "sistem praktik dan standar yang diasosiasikan dengan masyarakat sekuler"-Johannes P. Louw dan Eugene Albert Nida, Greek-English Lexicon of the New Testament: Based on Semantic Domains, vol. 1 (New York: United Bible Societies, 1996), hlm. 507.
Selain aiön, istilah kosmos sering digunakan untuk merujuk pada nılai-nilai dan sistem jahat di dunia ini. Misalnya, dalam 1 Yohanes 2: 16, Rasul Yohanes menggunakan tiga frasa untuk merangkum bagaimana sistem duniawi ini berope-rasi: "keinginan daging, dan keinginan mata, serta keangkuhan hidup". Para ahli sepakat bahwa tiga hal ini, yaitu nafsu duniawi dan kesombongan, merupakan peringatan radikal terhadap materialisme. Tidak mengherankan bahwa Paulus memiliki pandangan negatif mengenai "dunia sekarang ini [aiön]" (Tit. 2: 12), sampai-sampai menekankan bahwa Yesus "telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini" (Gal. 1: 4, penekanan ditambahkan). Dalam 1 Timotius 6: 17; Paulus menyampaikan perintah yang jelas bagi "orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati, dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu, seperti kekayaan, melainkan pada Allah" (penekanan ditambahkan). Dalam Titus 2: 12, Rasul Paulus menyatakan bahwa orang Kristen harus meninggalkan "kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi" dengan cara hidup yang bijaksana, adil, dan beribadah "di dalam dunia sekarang ini".
Menariknya, informasi bahwa Demas telah mencintai dunia sekarang ini akhirnya dapat menjelaskan pernyataan, Demas telah "meninggalkan aku" (2 Tim. 4: 10), yang menunjukkan bahwa ia meninggalkan tugas misionaris. Tanda yang terlihat bahwa seseorang mencintai dunia sekarang ini adalah melemahnya cinta yang membara untuk tugas misi di dalam hatinya. Mereka yang sangat merindukan dunia yang akan datang adalah mereka yang "hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini" (Tit. 2: 12). Kerinduan ini mencakup keterlibatan aktif dalam tugas misi.
Renungkanlah tema-tema berikut ini. Kemudian mintalah anggota kelas Anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di akhir bagian ini:
"Surat-surat Paulus memiliki makna yang menyentuh hati, karena surat-surat itu mencerminkan keinginannya yang besar untuk komunitas, bersatu dengan orang-orang yang telah bertobat dan memiliki persekutuan yang baik dengan mereka. Paulus bukanlah seorang yang suka menyendiri; ia lebih seperti seorang tua yang merindukan anak-anaknya yang jauh. ... Dalam surat-suratnya, ia berulang kali mencerminkan mentalitas kolektivis. Jejaring sosialnya sangat penting baginya secara pribadi tetapi juga dalam melaksanakan tugas bersama untuk menyebarkan kabar baik" Ben Witherington III, The Paul Quest: The Renewed Search for the Jew of Tarsus (Downers Grove, IL: Inter Varsity Press, 1998), hlm. 114.
Kutipan ini menyingkapkan komitmen Paulus yang sepenuh hati terhadap pengabaran Injil. Haruskah kita, yang hidup di akhir sejarah dunia ini, kurang terlibat dalam menyebarkan Injil dibandingkan Paulus dan tim misionarisnya di abad pertama? Mereka bersedia melakukan yang terbaik dan bekerja sama untuk kemajuan kerajaan Allah. Demikian pula, kita dipanggil untuk bekerja dalam kesatuan. Setiap orang memiliki peran untuk dimainkan dalam rencana keselamatan kosmik Allah yang menyeluruh. Kita dipanggil untuk membantu orang lain bertumbuh dalam kedewasaan rohani sebagai persiapan untuk dunia yang akan datang. Bahkan, semakin kita merindukan dunia yang akan datang, semakin banyak yang kita lakukan untuk Kristus di dunia sekarang ini. Bahkan, kasih kita kepada Yesus akan menjaga kita aman dari bahaya berkompromi dengan nilai-nilai dunia ini sedemikian rupa sehingga, meskipun kita berada di dunia ini, kita tidak akan pernah merasa bahwa kita milik dunia ini (Yoh. 15: 19).
Pertanyaan:
A. Mengapa jejaring sosial kita penting bagi pelayanan? Siapa saja yang ada di jejaring sosial Anda? Bagaimanakah mereka telah membantu tugas misi dan upaya kesaksian Anda bagi Tuhan?
B. Bagaimanakah Tuhan telah memanggil Anda untuk membantu orang lain bertumbuh dalam kedewasaan rohani dan mempersiapkan diri untuk surga?
C. Dengan cara-cara apakah kasih Anda kepada Yesus membuat Anda aman dari berkompromi dengan nilai-nilai dunia ini? Apakah artinya berada di dunia ini tetapi bukan bagian darinya?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat