Triwulan 1 Pelajaran 13, 2026. 


Download Powerpoint




Selasa, 24 Maret 2026.

Berdiri Teguh dan Sempurna


Banyak buku yang telah ditulis tentang kehidupan yang berorientasi pada tujuan atau gereja yang berorientasi pada tujuan. Meskipun istilah "berorientasi pada tujuan" mungkin tidak sepenuhnya tepat, suatu "fokus tujuan" yang jelas sangatlah penting untuk menyelesaikan usaha yang bermakna. Kehidupan dan pelayanan Paulus, serta rekan-rekan sekerjanya dan para rasul lainnya, menunjukkan fokus ini (lihat Flp. 3: 13, 14). Fakta berbicara melalui Hasil yang ada, İnjil menyebar dengan cepat ke seluruh Kekaisaran Romawi dan bahkan lebih jauh lagi (Kol. I: 23). Fokus yang sama juga dibutuhkan saat ini.

Bacalah Kolose 4: 12, 13. Apakah tujuan yang disebutkan, dan bagaimanakah cara mencapainya?

Seperti yang telah disebutkan dalam pelajaran sebelumnya, Epafras kemungkinan berperan penting dalam penyebaran Injil ke Kolose serta ke kota-kota terdekat, Laodikia dan Hierapolis (lihat Pelajaran 1). Salam dan doa-doanya untuk jemaat-jemaat ini tidak diragukan lagi memberikan dorongan besar bagi orang-orang percaya di sana. Doa Epafras memiliki fokus yang jelas—yaitu agar jemaat di Kolose "supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah" (Kol. 4: 12). Mari kita perhatikan dengan lebih teliti unsur-unsur yang kaya dalam doa ini.

Berdiri. Kata tersebut berarti berdiri teguh dan tidak tergoyahkan, yang hanya mungkin dilakukan dengan menjadi "tetap teguh dan tidak bergoncang" dalam iman serta yakin akan kebenaran Injil (Kol. 1: 23). Kata yang sama beberapa kali digunakan oleh Paulus dalam kaitannya dengan peperangan melawan "tipu muslihat Iblis" (Ef. 6: 11) dan menahan kekuatan kegelapan melalui kuasa Tuhan dengan mengenakan "seluruh perlengkapan senjata Allah" (Ef. 6: 10-18; bandingkan 2 Tim. 2: 19).

Sempurna. Kata tersebut merujuk pada kesempurnaan karakter yang menemukan perwujudan tertingginya dalam kasih yang berkorban (Mat. 5: 44, 48) melalui mereka yang tidak pernah mengaku telah "memperolehnya" (Flp. 3: 12-15).

Lengkap. Kata yang penuh kuasa ini berarti memuaskan sepenuhnya atau membawa sesuatu sampai pada ukuran penuh. Kata ini digunakan untuk menggambarkan Abraham yang "penuh keyakinan" bahwa Allah akan melakukan apa yang dijanjikan-Nya, meskipun secara manusiawi mustahil (Rm. 4: 21), dan Paulus yang dikuatkan oleh Tuhan sehingga "Injil diberitakan dengan sepenuh- nya" melalui dia (2 Tim. 4: 17).

Seluruh Kehendak Allah. Kata "seluruh" mencakup segala aspek. Paulus sendiri berdoa agar jemaat di Kolose dipenuhi dengan pengetahuan akan kehendak Allah, "sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal (Kol. 1: 9, 10) melalui "segala kekuatan oleh kuasa kemuli-aan-Nya" (Kol. 1: 11).



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp