Triwulan 1 Pelajaran 13, 2026.
"Jiwa yang telah berserah kepada Yesus menjadi bentengNya sendiri, yang diadakan-Nya di dalam suatu dunia yang memberontak, dan la bermaksud agar tidak ada penguasa lain di dalamnya selain dari pada kuasaNya sendiri. Suatu jiwa yang dijaga oleh pesuruh-pesuruh surga kuat terhadap serangan Setan. Kecuali kita menyerahkan diri ke dalam pengawasan Kristus, maka kita akan dikuasai oleh sı jahat ıtu. Kita tıdak dapat mengelakkan apakah kita berada di bawah kuasa yang satu atau yang laın, darı antara dua kuasa besar yang bergumul untuk menguasai dunia ini. Tidak perlu kita dengan sengaja memilih melayani kerajaan kegelapan supaya berada di bawah kuasanya. Hanyalah dengan melalaikan persekutuan kita dengan kerajaan terang. Jika kita tidak bekerja sama dengan utusan-utusan surga, Setan akan memiliki hati itu, dan menjadikannya sebagai tempat tinggalnya yang tetap. Satu-satunya pertahanan kita melawan kejahatan ialah dengan hadirnya Kristus di dalam hati melalui iman di dalam kebenaran-Nya. Kecuali kita dihubungkan dengan Allah, kita tidak dapat melawan akibat-akibat yang najis dari cinta diri, pemanjaan diri sendiri, dan godaan terhadap dosa. Kita dapat meninggalkan banyak tabiat yang buruk, pada saat kita berpisah dengan Setan; tetapi tanpa adanya hubungan yang hidup dengan Allah, melalui penyerahan diri kita sendiri kepada-Nya dari saat ke saat, maka kita akan dikalahkan. Tanpa adanya pengenalan secara pribadi dengan Kristus, dan hubungan yang terus-menerus, maka kita berada di bawah naungan musuh itu dan akan melaksanakan perintahnya hingga akhir dunia ini"-Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman (1999), hlm. 324.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:
1. Perhatikan kutipan Ellen G. White di atas. Memang benar, hanya ada dua pihak dalam pertentangan besar itu dan kecuali kita secara sadar memilih Kristus, kita berada di pihak Iblis (Luk. 11: 23). Meskipun gagasan ini mungkin mengganggu perasaan kita, Tuhan tidak memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa kebenaran-Nya tidak menyinggung perasaan kita. Apakah yang kenyataan ini katakan kepada Anda tentang betapa pentingnya menyerahkan kehendak Anda kepada Kristus?
2. Bacalah Wahyu 14: 14-16. Hujan awal pada hari Pentakosta memungkinkan benih Injil bertunas dan bertumbuh, sementara hujan akhir mempersiapkan dunia untuk tuaian terakhir. Bagaimanakah Wahyu 14: 12 berhubungan dengan harapan ini?
3. Apa sajakah berbagai cara yang membuat kita, sebagai gereja secara
Keseluruhan dan sebagai orang percaya secara individu, dipengaruhi oleh budaya dan dunia di sekitar kita? Bagaimanakah kita dapat berlindung terhadap pengaruh negatif dunia, yang selalu menjadi masalah bagi umat
Allah di setiap zaman?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat