Triwulan 1 Pelajaran 13, 2026.
Dalam dunia sekarang yang terhubung oleh internet, media sosial, dan perangkat yang tak terhitung jumlahnya, sulit membayangkan tantangan yang dihadapi Paulus dalam membantu gereja-gereja merasakan bahwa mereka adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada jemaat lokal mereka sendiri.
Bacalah Kolose 4: 10, 11. Selain mengirimkan berita bolak-balik melalui utusan (Kol. 4: 7-9), cara apa lagi yang digunakan Paulus untuk mendorong konektivitas? Mengingat beberapa masalah yang telah Paulus bahas dalam surat ini, pekabaran apa lagi disampaikan melalui kata-kata salam ini?
Dengan kata-kata salam ini, Paulus menciptakan dan membangun keterhubungan di antara sesama orang percaya. Kita pelajari di sini bahwa Markus adalah sepupu Barnabas. Dengan demikian, Paulus membuka jalan bagi kemungkinan kunjungan Markus ke Kolose. Aristarkhus secara harfiah digambarkan sebagai "temanku sepenjara"; artinya, ia dipenjara bersama Paulus. Mereka berdua adalah prajurit dengan "perlengkapan senjata Allah" (Ef. 6: 10, 1I), berjuang untuk membebaskan tawanan Iblis agar dapat melayani dalam kerajaan Allah (lihat 2 Tim. 2: 1-4). Yesus/Yustus (nama Yahudi dan Romawi yang terdengar sangat mirip dalam bahasa Yunani, seperti Saul/Paulus) juga dipuji sebagai rekan sekerja yang dapat dipercaya dalam Injil.
Paulus secara khusus menyebut bahwa Aristarkhus, Markus, dan Yustus adalah orang percaya Yahudi ("dari golongan bersunat"). Setelah itu, ia menyebut tiga orang non-Yahudi: Epafras, Lukas, dan Demas (Kol. 4: 12-14). Hal ini penting karena, meskipun ada ketegangan di gereja antara orang Yahudi dan non-Yahudi, para rekan sekerja ini mampu bekerja sama secara efektif, dengan kesatuan dan keharmonisan. Namun, dengan menggunakan kata "hanya," Paulus tampaknya mengisyaratkan kekecewaan tertentu karena lebih sedikit orang Kristen Yahudi yang tetap mendukungnya dalam penderitaannya. Meskipun demikian, yang juga penting adalah bahwa pada saat itu, Yohanes Markus yang beberapa tahun sebelumnya telah meninggalkan Paulus dan Barnabas dalam perjalanan mısı pertama mereka (Ais. 13: 13), tıdak hanya menunjukkan kesetiaan, tetapi juga menjadi "penghibur" bagi Paulus (Kis. 15: 36-40).
Ancaman terhadap kesatuan bukanlah hal yang baru. Dalam beberapa tahun terakhir, Gereja Advent telah mengalami perubahan besar seiring dengan penyebarannya secara global, dan berbagai kekuatan telah menggerus kesatuannya. Tekanan terhadap kesatuan ini dirasakan di setiap tingkatan gereja.
Bagaimanakah Anda, di gereja setempat, dapat berupaya mengurangi hal-hal yang mengancam kesatuan kita? Apa sajakah ketegangan yang terjadi di tingkat lokal, dan apakah yang dapat dilakukan untuk meng-atasinya?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat