Triwulan 1 Pelajaran 12, 2026.
Bacalah Kolose 4: 2-4. Prinsip-prinsip doa apakah yang Anda temukan dalam ayat-ayat ini? Permohonan doa apakah yang diminta Paulus?
Beberapa kata terpenting yang dapat kita ucapkan kepada seseorang yang sedang bergumul menghadapi berbagai macam masalah, baik itu keluarga, kesehatan, uang, atau hal lainnya adalah "saya sedang berdoa untukmu.” Inilah cara yang ditetapkan oleh surga untuk membangun hubungan dan berinteraksi. "Adalah bagian dari rencana Allah untuk mengaruniakan kepada kita, dalam jawaban kepada doa iman kita, yang Ia tidak akan berikan jika kita tidak mintanya" Ellen G. White, Kemenangan Akhir, hlm. 551.
Perhatikan gambaran doa yang berdampak yang digunakan oleh Paulus: "Tetaplah" (atau bertekun), "dengan tekun," "berjaga-jaga," dan "dengan ucapan syukur" menandakan bahwa ini adalah doa yang didasarkan pada iman (Kol. 4: 2). Ia mengatakan kepada kita untuk berdoa "setiap waktu” (Ef. 6: 18) dan “tetaplah berdoa” (1 Tes. 5: 17). Yang paling menakjubkan, meskipun “kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa... tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” (Rm. 8: 26).
Bacalah kembali Kolose 4: 3. Apakah "pintu pemberitaan” yang mungkin dibukakan Allah bagi Anda dalam membagikan iman Anda?
Yang menarik, Paulus juga berdoa agar diberikan kata-kata yang tepat untuk diucapkan. Terkadang, ketika kita membaca surat-suratnya atau pidatonya dalam kitab Kisah Para Rasul, kita membayangkan bahwa rasul itu selalu fasih berbicara, tanpa pernah ragu tentang apa yang harus ia katakan. Namun di sini, ia meminta doa agar dapat menyampaikan pekabaran “dengan jelas” (Kol. 4: 4; NIV). Ia juga menggunakan kata Yunani yang sangat penting (dei) dalam frasa terakhir ayat ini, yang dapat diterjemahkan sebagai berikut, "sebagaimana seharusnya aku berbicara," menegaskan bahwa memberitakan Injil adalah suatu keharusan dari Tuhan. Paulus menyadari betapa pentingnya menyampaikan pekabaran ini kepada orang-orang di tingkat tertinggi pemerintahan Romawi, termasuk rumah tangga kaisar.
"Tidak selamanya perlu tunduk kepala dan bertelut untuk berdoa. Tumbuhkanlah kebiasaan bercakap-cakap dengan Juruselamatmu apabila engkau sendirian, sementara engkau sedang berjalan, dan sementara engkau sibuk menghadapi tugas sehari-hari. Biarlah hatimu tetap terangkat secara diam-diam untuk pertolongan, untuk terang, kekuatan dan pengetahuan. Biarlah setiap nafas itu adalah doa"-Ellen G. White, Membina Keluarga Sehat, hlm. 475.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat