Triwulan 1 Pelajaran 12, 2026. 


Download Powerpoint




Selasa, 17 Maret 2026.

Hubungan Kerja


Bacalah Kolose 3: 22-25 dan Kolose 4: 1. Apakah petunjuk yang diberikan kepada para hamba? Prinsip apakah yang dapat diterapkan dalam hubungan kerja secara umum?

Orang-orang pada zaman ini terkadang mengangkat masalah perbudakan sebagai cara untuk menganggap beberapa nasihat dalam Alkitab sudah usang, atau bahkan tidak memercayai Alkitab sepenuhnya. Namun, ironisnya, pandangan ini sering kali tidak mempertimbangkan konteks sejarah Israel dalam Perjanjian Lama dan sejarah gereja dalam Perjanjian Baru. Manusia diciptakan menurut gambar Allah dan, seperti semua makhluk berakal ciptaan-Nya, dirancang untuk hidup dalam kebebasan. Hukum Musa melarang orang Israel menjadi budak seumur hidup (Ul. 15: 12) dan menetapkan masa kerja maksimal enam tahun untuk melunasi utang (Kel. 21: 2-6; Im. 25: 39-43). Namun demikian, Perbudakan dalam Alkitab, betapa pun menjijikkannya bagi pemahaman zaman modern kita, sama sekali tidak seperti praktik perbudakan yang keji yang telah diperlihatkan di dunia Barat, sebuah bencana dan kejahatan yang mengerikan terhadap kemanusiaan.

Pada zaman Perjanjian Baru, gereja harus menjalankan kegiatannya dalam kerangka hukum Romawi yang mengizinkan kepemilikan budak, "Namun, tidak seperti bentuk perbudakan modern, hukum Romawi memberikan para budak hak dan kesempatan yang cukup besar, dan upaya untuk menghapus praktik tersebut bisa saja mengancam kemajuan pemberitaan Injil"— Clinton Wahlen, "Culture, Hermeneutics, dan Scripture: Discerning What Is Universal,” in Frank M. Hasel, ed., Biblical Hermeneutics: An Adventist Approach (Silver Spring, MD: Biblical Research Institute/Review dan Herald Academic, 2020), hlm. 166.

Faktanya, di dalam gereja, tidak seperti di Kekaisaran Romawi pada umumnya, kewajiban pertama seorang budak adalah kepada Tuhan. Dan para majikan mereka diperintahkan untuk memperlakukan mereka dengan adil, karena "kamu juga mempunyai Tuan di sorga" (Kol. 4: 1). Selain itu, Paulus menginstruksikan Filemon untuk tidak lagi memperlakukan Onesimus sebagai budaknya, melainkan sebagai saudara (Fil. 16). Sebenarnya, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, umat percaya disebut sebagai budak (atau hamba) Allah (lihat, misalnya, Mzm. 34: 22; Luk. 17: 10; 1 Ptr. 2: 16).

Bahkan sekalipun kita mungkin tidak menyukai situasi budaya di mana beberapa teks Alkitab ditulis, kita tetap harus menerima otoritas teks itu sendiri. Jika tidak, kita justru menempatkan diri dan budaya kita di atas Kitab Suci. Pilihan yang lebih baik adalah melihat semua yang dikatakan Alkitab tentang suatu topik sebelum menarik kesimpulan mengenai apa yang ingin disampaikan Alkitab tentang hal itu.

Pikirkan bagaimana ayat ini dapat diterapkan dalam hubungan Anda di tempat kerja. Bagaimanakah prinsip-prinsipnya dapat bermanfaat bagi Anda sebagai atasan atau karyawan?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp