Triwulan 1 Pelajaran 1, 2026. 


Download Powerpoint




Selasa, 30 Desember 2025.

Paulus di Filipi


Selama perjalanan misionaris kedua Paulus, tak lama setelah Timotius bergabung dengan tim, mereka dilarang oleh Roh Kudus untuk melanjutkan perjalanan melintasi Asia Kecil (Kis. 16: 6). Kemudian, dalam suatu penglihatan pada malam hari, Paulus melihat seorang pria yang memohon kepadanya, "Menyeberanglah ke Makedonia dan tolonglah kami" (Kis. 16: 9). Jadi mereka segera berlayar menuju pelabuhan terdekat ke Makedonia dan berlayar dari Troas menyeberangi Laut Aegea ke Neapolis, di Benua Eropa. Akan tetapi bukannya menginjil di sana, Paulus, Silas, Timotius, dan Lukas, yang bergabung dengan mereka di Troas (seperti yang ditunjukkan oleh penggunaan "kami" dalam Kisah Para Rasul 16: 11), melanjutkan perjalanan ke Filipi.

Dalam kegiatan penginjilannya, Paulus selalu berpikir secara strategis. Filipi adalah "kota utama di bagian Makedonia" (Kis. 16: 12). Bahkan, kota itu adalah salah satu kota yang paling terhormat di Kekaisaran Romawi, karena diberi status Ius Italicum-sebuah penghargaan tertinggi yang dapat diberikan kepada sebuah kota. Warganya memiliki hak istimewa yang sama seperti jika kota itu berada di Italia, termasuk pembebasan dari pajak tanah dan pajak perorangan, dan setiap orang yang lahir di kota itu secara otomatis menjadi warga negara Romawi. Kota itu juga merupakan tempat persinggahan penting di sepanjang Via Egnatia, yang merupakan jalan darat utama yang menghubungkan Kota Roma dengan bagian timur kekaisaran. Dengan menetapkan kehadiran Kristen yang penting di sana, mereka dapat membawa Injil ke banyak kota terdekat lainnya, termasuk Amfipolis, Apollonia, Tesalonika, dan Berea (lihat Kis. 17: 1, 10).

Menariknya, bahasa resmi di Filipi pada abad pertama adalah bahasa Latin, dibuktikan dengan banyaknya prasasti berbahasa Latin. Dalam Filipi 4: 15; Paulus bahkan menyapa mereka dengan nama yang terdengar seperti bahasa Latin, Philippēsioi, tampaknya adalah pengakuan atas status khusus mereka sebagai warga Romawi. Namun demikian, bahasa Yunani adalah bahasa yang digunakan di pasar serta di kota-kota dan desa-desa sekitarnya, sekaligus menjadi sarana penyebaran Injil. Lukas menggambarkan bagaimana Paulus dan rekan-rekannya bergabung dengan orang-orang untuk berdoa di tepi sungai, tempat Lidia dan keluarganya bertobat (Kis. 16: 13-15). Sebagai seorang pebisnis ("penjual kain ungu"), Lidia kemungkinan merupakan salah satu penyokong keuangan utama pelayanan Paulus di Filipi. Waktu yang dihabiskan Paulus dan Silas di penjara kota itu juga menghasilkan pertobatan satu keluarga lainnya— yaitu keluarga kepala penjara.

Roh Kudus mengetahui bahwa Filipi akan menjadi titik awal yang ideal bagi penyebaran Injil ke seluruh Eropa, meskipun di sana juga akan ada penganiayaan. Namun, seburuk apa pun penganiayaan itu, dalam situasi tertentu dapat memungkinkan Injil menjangkau orang-orang yang mungkin tidak akan terjangkau dengan cara lain.

Bacalah Kisah Para Rasul 9: 16. Bagaimanakah ayat ini membantu kita memahami beberapa penderitaan yang dialami Paulus? Bagaimanakah ini menolong kita memahami beberapa penderitaan kita sendiri?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp