Triwulan 1 Pelajaran 1, 2026.
Surat Filipi dan Kolose disebut sebagai surat-surat dari penjara karena ditulis ketika Paulus berada di penjara (surat lainnya adalah Efesus dan Filemon). Sebagian besar penafsir berpendapat bahwa surat-surat ini ditulis ketika Paulus berada di Roma, sekitar tahun 60-62 M (lihat Kisah Para Rasul 28: 16).
Bacalah Efesus 3: 1 dan Filemon 1. Apakah makna penting dari cara Paulus melukiskan pemenjaraannya?
Paulus telah menyerahkan hidupnya untuk melayani Yesus Kristus. Jika pelayanan itu termasuk menjadi seorang tahanan, ia sudah siap. Paulus menggambarkan dirinya sebagai “utusan yang dipenjarakan” (Ef. 6: 20). Ia telah melakukan perjalanan misionaris, membangun gereja-gereja dan melatih para pekerja bagi Tuhan. Ia mungkin bertanya, "Mengapa saya di sini ketika saya dapat melakukan lebih banyak tanpa belenggu ini?" Paulus juga dipenjara kemudian, ketika ia menulis surat 2 Timotius. Jadi setidaknya ada lima kitab Perjanjian Baru yang ditulis ketika ia berada di penjara.
Dalam surat-surat dari penjara, Paulus tidak pernah menyebutkan secara pasti di mana ia dipenjarakan; karena itu, beberapa orang menduga bahwa ia berada di Efesus atau Kaisarea. Namun, tidak ada bukti alkitabiah yang menunjukkan bahwa Paulus pernah dipenjarakan di Efesus. Kaisarea kelihatannya sebagai kemungkinan yang lebih masuk akal, namun saat itu tidak ada ancaman yang nyata terhadap nyawa Paulus. Akan tetapi, ancaman itu jelas ada pada saat kitab Filipi ditulis (lihat Flp. 1: 20; Flp. 2: 17).
Surat ini memberikan beberapa petunjuk lain mengenai di mana Paulus berada saat dipenjarakan. Pertama, ada penyebutan tentang praetorium. Istilah ini merujuk pada kediaman resmi seorang gubernur provinsi, seperti yang ada di Yerusalem, tempat Yesus diadili oleh Pilatus (Mat. 27: 27; Yoh. 18: 33), dan di Kaisarea, tempat Paulus dipenjarakan (Kis. 23: 35). Namun Paulus dengan jelas menggunakan istilah ini, bukan untuk merujuk sebuah tempat, melainkan kepada orang-orang. Ia mengatakan bahwa "seluruh pengawal istana" menjadi akrab dengan Injil (Flp. 1: 13). Di Roma, mereka adalah tentara elite, sekitar 9.000 orang, yang bertugas melindungi kaisar dan menjaga para tahanannya.
Paulus juga menyampaikan salam dari orang-orang percaya di "istana Kaisar" (Flp. 4: 22). Ini menunjukkan bahwa Paulus adalah seorang tahanan di Roma dan berhubungan dengan orang-orang yang bekerja di istana kekaisaran.
Bagaimanakah kita belajar untuk mengambil hikmah dari situasi sulit apa pun yang sedang kita hadapi? Mengapa hal itu tidak selalu mudah dilakukan?
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat