Triwulan 2 Pelajaran 7, 2026. 


Download Powerpoint




Kamis, 14 Mei 2026.

Pertanyaan-Pertanyaan Lain Mengenai Doa


Mengapa berdoa jika Allah sudah tahu segalanya? Mengapa kita harus berdoa jika Allah Maha Mengetahui? Ellen G. White menjelaskannya seperti ini: "Doa itu perlu bukan karena supaya Allah mengetahui apa kita sebenarnya, melainkan untuk menyanggupkan kita menerima Dia. Doa bukanlah membawa Allah turun kepada kita, melainkan membawa kita kepada-Nya"-Kebahagiaan Sejati, hlm. 87. Memang benar, Allah mengetahui keinginan dan kebutuhan kita, dan Ia membaca setiap maksud hati kita. Namun, doa itu baik untuk kita. Doa mengajak kita berhenti sejenak di tengah kesibukan hidup, untuk mengakui bahwa Allah adalah Yang Mahakuasa atas segalanya, dan untuk menempatkan diri kita di kaki-Nya. Doa juga dapat membuka jalan bagi Allah untuk bertindak ketika kita mengundang-Nya. Roh Kudus menjadi pengantara bagi kita ketika kita tidak tahu bagaimana harus berdoa (Roma 8:26–27).

Mengapa berdoa ketika semuanya baik-baik saja? Rasa cukup diri dan kesombongan (lihat Pelajaran 3) bisa menjadi penghalang terbesar bagi kehidupan doa yang kuat. Jika saja kita menyadari betapa besar kebutuhan kita akan Allah, kita akan lebih sering datang kepada-Nya! Jika malaikat-malaikat sempurna menyembah dan memuliakan Dia, mengapa kita-manusia berdosa berpikir bahwa kita tidak memerlukan-Nya? Apa yang dikatakan Matius 5: 6 dan Yesaya 44: 3 tentang kebenaran ini?

Apakah peran iman dalam doa? Bacalah Ibrani 11: 6 dan renungkan katakata ini: "Doa dan iman bertalian erat, dan perlu dipelajari bersama-sama. Dalam doa iman terdapat ilmu Ilahi; itu adalah ilmu yang harus dikuasai oleh setiap orang yang mau menjadikan pekerjaan seumur hidupnya berhasil. Kristus mengatakan, "... Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu" (Markus 11:24). Dia dijelaskannya bahwa permintaan kita harus sesuai dengan kehendak Allah; kita harus meminta perkara-perkara yang telah dijanjikan-Nya, dan apa pun yang kita terima harus dipergunakan untuk melakukan kehendak-Nya. Bila syarat-syarat dipenuhi, maka janji adalah tegas. Kita tidak perlu memandang bukti berkat secara luar"Ellen G. White, Membina Pendidikan Sejati, hlm. 243, 244.

Dengan siapa saya harus berdoa? Kita harus paling sering berdoa secara pribadi (hanya antara Anda dan Allah), karena doa dan studi Alkitab adalah sumber kehidupan dari hubungan Anda dengan Allah. Sisihkan waktu untuk mengoreksi hati Anda ketika berbicara dan mendengarkan Allah (Matius 6:6). Kita juga perlu berdoa bersama keluarga atau kelompok kecil (Kisah Para Rasul 12:12), karena "di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" (Matius 18:20). Akhirnya, kita juga harus berdoa bersama komunitas gereja (Yakobus 5:13-16). Ketiga jenis doa ini penting.

Bagaimanakah saya mendengarkan? Doa bukan hanya berbicara kepada Allah; kita juga perlu membiarkan Dia "memangkas" kita dan berbicara ke dalam hidup kita. Cara yang paling jelas dan aman untuk mendengarkan Allah adalah dengan membaca Alkitab dan menggabungkan doa dan belajar Alkitab dalam waktu teduh Anda. Waspadai kecenderungan untuk mengosongkan pikiran atau hanya mendengarkan pikiran sendiri alih-alih mencari jawaban dalam Alkitab.

Hal manakah yang paling menantang bagi Anda dari semua poin di atas?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp