Triwulan 2 Pelajaran 7, 2026. 


Download Powerpoint




Minggu, 10 Mei 2026.

Elia Berdoa di Tengah Krisis


Nabi Elia hidup dalam masa yang sangat jahat. Raja Ahab melakukan lebih banyak kejahatan “sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya” (1 Raja-raja 16:33). Puncak dari pelayanan Elia adalah konfrontasi di Gunung Karmel (lihat 1 Raja-raja. 18). Dalam klimaks cerita yang luar biasa ini, Ahab dan seluruh bangsa menyaksikan secara langsung bahwa Allah menjawab doa. Momen ini sangat bersejarah bagi bangsa Israel.

Bacalah 1 Raja-Raja 19: 1–18. Perhatikan secara khusus doa Elia dan tanggapan Allah. Apakah yang menjadi inti dari kekecewaan Elia? Mengapa tanggapan Allah berbeda dari apa yang terjadi di Gunung Karmel?

Dalam satu hari saja, meskipun Allah menjawab semua doa Elia, kondisi emosional, mental, dan fisiknya berubah drastis. Meskipun Elia baru saja mengalami kemenangan besar bersama Allah, dalam keletihannya, ia membiarkan rasa takut akan kematian mengalahkan imannya kepada Allah. Yang mengejutkan dari kisah ini adalah bahwa, meskipun Elia jatuh dalam keputusasaan dan kekecewaan, Allah datang kepadanya dengan kelembutan dan perhatian-memberinya makanan dan air (1 Raja-raja 19:5, 6)—cukup untuk membuatnya bertahan 40 hari 40 malam (ayat 8). Dan ketika Allah menyatakan diri-Nya kepada Elia, itu terjadi dengan cara yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Kadang dalam hidup kita, Allah menjawab dengan cara yang sangat nyata dan kuat, dan kita merasa sangat dekat dengan-Nya.

Namun, di lain waktu, kita goyah dan tergoda untuk menyerah, berpikir bahwa terlalu sulit untuk terus setia kepada Allah. Kita mencari jawaban dari Allah dengan cara yang kita harapkan, tidak menyadari bahwa jalan dan pikiran-Nya jauh lebih tinggi dari kita (Yesaya 55:8, 9). Sama seperti banyak hal dalam ciptaan Allah yang tidak kita pahami, jangan heran jika kita juga tidak memahami cara kerja dan jawaban Allah sepenuhnya.

Allah, Bapa yang baik dan penuh kasih, tahu persis apa yang Anda butuhkan. Bagaimanakah Anda bisa menjadi cukup tenang untuk memercayai-Nya dan tetap menatap kepada-Nya dalam segala keadaan?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp