Triwulan 2 Pelajaran 13, 2026.
Pernahkah Anda ditanya tentang apa yang paling Anda nantikan di kekekalan? Jika Anda bertanya pada seorang anak, mereka mungkin menjawab, "Menunggang harimau," "Meluncur di leher jerapah," atau "Terbang ke planet-planet lain." Jika Anda bertanya pada anak remaja, mereka mungkin berkata, "Tidak harus mengerjakan PR lagi," atau "Menjelajahi surga bersama teman-teman tanpa takut terluka." Dan jika Anda bertanya pada sekelompok orang dewasa, mereka mungkin menjawab, "Berada di tempat di mana tidak ada lagi sakit, penderitaan, atau kematian," atau "bersatu kembali dengan orang-orang tercinta." Semua jawaban ini benar dan indah, dan memang banyak hal yang patut dinantikan dalam langit dan bumi yang baru. Kekekalan hidup di dalam hati kita, dan secara naluriah, kita tahu bahwa pasti ada sesuatu yang lebih dari kehidupan di dunia saat ini.
Berkat-berkat lain apakah yang mungkin dapat kita nantikan dalam kekekalan? Bacalah Yesaya 25: 8, Wahyu 7: 17, dan Wahyu 21: 4.
Tentu saja, berkat terbesar dari surga adalah akhirnya dapat melihat Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya secara langsung atas apa yang telah Ia lakukan bagi kita di bumi yang telah jatuh ini. Kita akan mencurahkan pujian dan penyembahan kita kepada-Nya karena telah menyelamatkan kita, melalui penderitaan-Nya di kayu salib, dari kematian kekal. "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"" (Wahyu 5:12).
Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus sebagai "Anak Domba Allah" (Yohanes 1:35-37). Para murid mengikuti-Nya dari dekat, dan Wahyu 14: 4 mengatakan bahwa kita juga akan melakukan hal yang sama. "Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi" (Wahyu 14:4). Namun, agar kita ingin mengikuti-Nya di surga, kita harus terlebih dahulu mengikuti-Nya di bumi.
Yesus, Anak Domba, juga adalah Gembala kita, dan Ia membimbing jalan kita dengan cara yang tak tertandingi. Ini sungguh memberikan ketenangan bagi kita di tengah masa-masa sulit, namun Yesus tidak akan pernah berhenti membimbing kita, bahkan di surga. Wahyu 7: 17 berkata, "Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan”. Sebagai umat-Nya, domba-domba-Nya, kita akan mengikuti Yesus di surga, selamanya rindu berada di hadirat-Nya. Salah satu ciri khas dari umat Allah adalah bahwa "Nama-Nya akan tertulis di dahi mereka" (Wahyu 22:4). Artinya, kita akan senantiasa memikirkan Dia.
Dengarkan lagu Gospel Advent "Follow the Lamb" di https://www.youtube.com/watch?v=MX_eZYrUAXI dan jadikan liriknya sebagai doa pribadi Anda hari ini.
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat