Triwulan 2 Pelajaran 13, 2026.
Kita diciptakan untuk dekat dengan Allah (Kejadian 2:7). Sejak Ia menciptakan manusia, Allah telah memberikan segalanya untuk memulihkan hubungan kita yang rusak dengan-Nya (Yohanes 3:16). Ia telah menaruh kekekalan dalam hati manusia, namun kita tidak dapat memahami pekerjaan Allah dari awal sampai akhir (Pengkhotbah 3:11). Kita adalah bagian dari kontroversi besar yang terjadi di sekitar kita bahkan dalam diri kita-namun terlalu sering kita tidak berhenti cukup lama untuk mempertimbangkan harga besar yang telah dibayar agar kita dapat dipulihkan dalam hubungan yang Allah kehendaki bagi kita. Terlalu sering kita terseret dalam pergumulan dan pencobaan dunia ini, melupakan bahwa "kewargaan kita adalah di dalam surga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia" (Filipi 3:20-21).
Ketika dunia ini mendekati akhirnya, kita tahu bahwa suatu hari nanti awan putih kecil akan muncul di langit sebelah timur. Ketika awan itu semakin dekat, kita akan melihat bahwa di atas awan itu duduk "seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya" (Wahyu 14:14). Yesus akan datang bersama ribuan malaikat (Matius 25:31), dan setiap mata akan melihat Dia (Wahyu 1:7). Ketika Ia turun, kita akan mendengar teriakan-Nya, seruan sangkakala Allah, dan kubur orang-orang yang telah meninggal dalam Kristus akan terbuka, dan mereka akan bangkit terlebih dahulu (1 Tesalonika 4:16). Mereka akan mengenali suara Pribadi yang memanggil mereka (Yohanes 5:28).
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Bacalah 1 Tesalonika 4: 17. Pada akhirnya, apakah yang Paulus tulis dalam Filipi 2: 10-11 akan bergema di seluruh alam semesta.
Sungguh sebuah pikiran yang luar biasa dan agung! Suatu hari kita akan melihat Yesus-benar-benar melihat Dia. Kita akan mendengar suara-Nya, dan kita akan mengakui bahwa Dia adalah Tuhan. Pribadi yang selama ini kita baca, kita doakan, kita ceritakan kepada orang lain; Pribadi yang telah lama dirindukan oleh hati kita ... kita akan melihat Dia muka dengan muka. Kita dapat yakin akan hal ini, karena Allah itu setia, dan janji-janji-Nya benar (Wahyu 22:6).
Pada saat itu, ketika sangkakala berbunyi dan setiap mata manusia melihat Yesus, kita akan tahu bahwa semuanya memang pantas untuk dinantikan. Setiap doa yang tekun, setiap momen di mana kita mengutamakan waktu bersama-Nya, setiap kata yang kita sampaikan dengan berani untuk Dia, setiap pencobaan akan mencapai puncaknya saat kita melihat wajah-Nya (Wahyu 22:4).
Pergi Ke Pelajaran:
Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat