Triwulan 3 Pelajaran 9, 2026. 


Download Powerpoint




Minggu, 23 Agustus 2026.

Pengucapan Syukur


Bacalah 2 Korintus 1: 3–7. Apakah alasan di balik sikap syukur Paulus di sini?

Rasa syukur Paulus berpusat pada penghiburan yang Tuhan berikan bagi mereka yang menderita. Dalam perikop ini, kata kerja menghibur (parakaleō) dan kata benda penghiburan (paraklēsis) muncul bersamaan sebanyak sepuluh kali. Ini merupakan sepertiga dari seluruh kemunculan kata-kata ini dalam kitab 2 Korintus (29 kali). Allah digambarkan sebagai "Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami" (2 Kor. 1: 3, 4).

Penghiburan yang diterima seseorang dari Allah bukanlah untuk disimpan sendiri (2 Kor. 1: 4, 5). Hanya hati yang menderita yang telah menerima penghiburan Allah yang mampu memberikan penghiburan secara efektif kepada mereka yang juga menderita.

Paulus dapat menghibur orang lain karena ia sendiri, dalam penderitaannya, telah menerima penghiburan dari Allah. "Sebab jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu .... Sebaliknya jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu" (2 Kor. 1: 6; penekanan ditambahkan). Inilah kasih!

Untuk apakah Paulus mengucap syukur dalam 2 Korintus 1: 8–11?

Paulus berbicara tentang penderitaan yang "begitu berat di luar kekuatan kami" yang membuat ia dan rekan-rekannya takut bahwa akhir hidup mereka telah tiba (2 Kor. 1: 8). Untuk sesaat, mereka berpikir bahwa kebangkitan adalah satu-satunya harapan mereka. Namun, Allah menyelamatkan mereka, dan keadaannya pun berubah (2 Kor. 1: 10). Dari ketakutan akan kematian (2 Kor. 1: 8), mereka bangkit dengan harapan yang tersirat bahwa Allah akan menyelamatkan mereka sekali lagi (2 Kor. 1: 10). Kemenangan Allah di masa lalu memberi kita keyakinan bahwa Dia akan melakukan hal yang sama di masa depan. Allah menggunakan penderitaan untuk mengajar kita agar percaya kepada-Nya. Kesulitan dapat menuntun kita pada kedewasaan rohani, setidaknya sejauh kita mengizinkannya untuk membawa kita lebih dekat kepada Allah. Ucapan syukur Paulus juga menunjukkan kekuatan doa syafaat dan rasa syukur yang kita alami karena penyelamatan dari Allah (2 Kor. 1: 11).

Apa yang menurut Anda bermanfaat dalam menghadapi penderitaan yang, dengan satu atau lain cara, kita semua hadapi?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp