Triwulan 3 Pelajaran 12, 2026. 


Download Powerpoint




Jumat, 18 September 2026.

Pendalaman


Bacalah tulisan Ellen G. White, "The Laodicean Church", dalam The Advent Review and Sabbath Herald, 30 September 1873, hlm. 125.

"Tuhan sedang menjaga umat-Nya agar tidak mengulangi kesalahan dan kekeliruan di masa lalu. Selalu ada banyak guru palsu yang, dengan menganjurkan doktrin-doktrin yang keliru dan praktik-praktik yang tidak suci, serta bekerja berdasarkan prinsip-prinsip palsu dengan cara yang paling tampak benar, terselubung, dan menipu, telah berusaha untuk menyesatkan, jika mungkin, orang-orang pilihan itu sendiri"—Ellen G. White, dalam The Advent Review and Sabbath Herald, 7 Januari 1904.

"Tuhan merancang agar pendapat-pendapat kita diuji, agar kita dapat melihat perlunya memeriksa sabda yang hidup dengan saksama untuk melihat apakah kita berada di dalam iman atau tidak. Banyak orang mengaku percaya pada kebenaran telah menetap dengan nyaman, sambil berkata, 'Aku kaya dan telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa'"—Ellen G. White, Counsels to Writers and Editors, hlm. 36.

"Manusia memelihara kesalahan, padahal kebenaran telah ditandai dengan jelas; dan jika saja mereka mau membawa doktrin-doktrin mereka kepada firman Tuhan, dan tidak membaca firman Tuhan dalam terang doktrin-doktrin mereka, untuk membuktikan gagasan mereka benar, mereka tidak akan berjalan dalam kegelapan dan kebutaan, atau memelihara kesalahan. Banyak orang memberikan makna pada kata-kata Kitab Suci yang sesuai dengan pendapat mereka sendiri, dan menyesatkan diri sendiri dan menipu orang lain dengan penafsiran mereka yang keliru atas firman Tuhan. Saat kita mempelajari firman Tuhan, kita harus melakukannya dengan rendah hati. Semua keegoisan, semua kecintaan akan orisinalitas, harus disingkirkan. Pendapat yang sudah lama dipegang tidak boleh dianggap sebagai yang tidak bisa salah"—Ellen G. White, Counsels to Writers and Editors, hlm. 36, 37.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

1. Bacalah kembali 2 Korintus 10: 1–6. Apakah strategi Paulus untuk menghadapi "peperangan" rohani demi kebenaran Allah, dan bagaimanakah kita dapat menerapkannya dalam peperangan rohani kita sendiri?

2. Alkitab mengatakan bahwa sebelum akhir zaman tiba, banyak guru palsu akan mencoba memikat orang-orang menjauh dari kebenaran. Apakah yang dapat dilakukan oleh sebuah jemaat lokal Anda untuk mencegah anggota jemaat dibujuk oleh guru-guru palsu yang bahkan mungkin berada di dalam jemaat Anda sendiri? Mengapa hal ini sangat penting bagi penggenapan misi gereja?

3. Mengapa Paulus merasa perlu untuk bermegah tentang daftar penderitaan yang panjang (2 Kor. 11: 16–33)? Juga, apakah artinya "bermegah di dalam Tuhan"?

4. Mengapa penting bagi anggota jemaat untuk menguji diri mereka sendiri untuk melihat apakah mereka berada di dalam iman (2 Kor. 13: 5)? Apakah bedanya?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp