Triwulan 3 Pelajaran 10, 2026. 


Download Powerpoint




Selasa, 1 September 2026.

Pelayanan Pendamaian yang Berpusat pada Kristus


Bacalah 2 Korintus 5: 11–15. Bagaimana perikop ini menunjukkan bahwa pelayanan Paulus berpusat pada Kristus?

Paulus tahu bahwa ia harus memberikan pertanggungjawaban atas pelayanannya kepada Kristus (2 Kor. 5: 10). Ia mengenal "takut akan Tuhan" dan berusaha meyakinkan orang-orang tentang Injil Kristus (2 Kor. 5: 11). Rasa takut ini adalah rasa hormat dan kagum terhadap Kristus, dan oleh karena itu, digabungkan dengan kasih Paulus kepada Kristus dan kepercayaan pada kasih Kristus kepadanya. Dalam Perjanjian Lama, takut akan Tuhan berarti berjalan di jalan-Nya, mengasihi-Nya, dan melayani-Nya dengan segenap hati dan jiwa (Ul. 10: 12).

Pelayanan Paulus tidak berpusat pada diri sendiri tetapi berpusat pada Kristus. Ia tidak memuji dirinya sendiri. Alasan kebanggaannya adalah Kristus (2 Kor. 12: 9). Ia berkata, "Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus" (Gal. 6: 14). Jadi, kesempatan jemaat Korintus untuk bermegah tentangnya (2 Kor. 5: 12) berarti bangga akan pelayanannya yang berpusat pada Kristus, berbeda dengan pelayanan lawan-lawannya yang berpusat pada diri sendiri.

Bacalah 2 Korintus 5: 16–21, Kolose 1: 19–23, dan Efesus 2: 13–16. Apakah yang dimaksud Paulus dengan "pelayanan pendamaian"?

Kristus adalah pelayan pendamaian yang unggul. Karena itu, Ia "telah memberikan pelayanan pendamaian itu kepada kami" (2 Kor. 5: 18). Gagasan pendamaian muncul berulang kali di seluruh 2 Korintus 5: 16–21. Ini adalah konsep penting bagi Paulus, dan demikian pula seharusnya bagi kita.

Allah telah mendamaikan umat manusia dengan diri-Nya melalui kematian penebusan Anak-Nya. Mereka yang telah didamaikan dengan Allah adalah ciptaan baru (2 Kor. 5: 17). Sekarang, mereka seharusnya meneruskan "berita pendamaian" ini dengan memberitakan Injil Kristus (2 Kor. 5: 19). Dalam pengertian ini, "kami adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami" (2 Kor. 5: 20).

Pikirkan tentang apa yang telah dilakukan Kristus untuk Anda. Pikirkan tentang rasa bersalah, dosa, dan hukuman yang seharusnya menjadi milik Anda jika bukan karena apa yang Ia lakukan untuk Anda di kayu salib. Bagaimanakah seharusnya kenyataan ini memengaruhi cara Anda berhubungan dengan orang lain, terutama mereka yang tidak mengenal Tuhan?



Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp