Berita Misi Anak, 9 Mei 2026.

Jesse dari Tanzania.
TIPS CERITA:
* Tampilkan benua Afrika dan negara Tanzania pada peta. Kemudian tunjukkan Pulau Zanzibar, lokasi Klinik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Zanzibar, yang akan menerima sebagian dari persembahan triwulan ini.
* Ketahuilah bahwa foto ini menunjukkan Jesse yang berusia 17 tahun saat pembaptisannya di Samudra Hindia.
* Unduh foto-foto untuk cerita ini dari Facebook: https://bit.ly/fb-mq.
* Ucapkan Jesse sebagai: YES-eh.
* Tonton video YouTube singkat tentang Josiah Tayali, dokter yang. membuka klinik di Zanzibar pada tahun 1989 dan yang mengundang Jesse untuk bekerja di sana: https://bit.ly/Josiah-ECD.
CERITA:
Hampir tidak ada anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Zanzibar ketika Klinik Advent dibuka pada akhir tahun 1980-an. Inilah kisah tentang bagaimana seorang gadis bernama Jesse menjadi salah satu anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pertama di pulau itu.
Ibunya Jesse tidak merasa sehat. Ia lemah dan sakit. Jadi, ia pergi ke Klinik Advent untuk melihat apakah dokter bisa menolong.
Dokter memberikan obat kepada ibunya Jesse, dan ia sembuh.
Ia sangat bahagia!
Tetapi setelah beberapa waktu, ibunya kembali merasa tidak sehat. Ia merasa lemah dan sakit lagi. Jadi, ia kembali ke klinik. Dokter memberinya obat lagi, dan ia sembuh.
Sekarang ia benar-benar bahagia! Ia sangat menyukai dokter dan para perawat di sana. Mereka begitu baik dan penuh perhatian. Ia ingin putrinya yang berusia 13 tahun berada di sekitar orang-orang yang baik dan penuh perhatian seperti mereka. Ia ingin Jesse bekerja sebagai sukarelawan di klinik.
"Saya mempunyai seorang anak perempuan bernama Jesse," kata ibu kepada dokter. "Saya ingin dia bekerja di sini setelah sekolah. Bisakah dokter mengaturnya?"
Dokter setuju.
"Bawa saja dia ke sini, kita akan lihat apa yang bisa ia lakukan," katanya. "Mungkin dia bisa membantu membersihkan atau membantu hal yang lain."
Ibu pun membawa Jesse ke klinik.
"Sekarang dia menjadi tanggung jawab dokter," kata ibu kepada dokter.
Maka Jesse mulai menjadi sukarelawan di klinik setelah pulang sekolah.
Awalnya, ia mengepel lantai dan membuang sampah. Ia bekerja dengan baik dan hati-hati, sehingga semua orang menyukainya.
Jesse sendiri juga senang bekerja sukarela di klinik. Ia merasa dokter dan perawat begitu baik dan penuh perhatian. Mereka bahkan memberinya makan siang gratis berupa roti dan ikan. Ia sangat menyukai roti lembut berwarna putih yang disebut boflo. Semua orang di Zanzibar suka makan boflo.
Ketika dokter dan perawat melihat Jesse adalah pekerja yang baik, mereka memintanya membantu pekerjaan lain di klinik. Mereka percaya kepadanya.
Jesse menjadi sukarelawan di klinik selama setahun. Lalu ia melanjutkan tahun kedua, dan tahun ketiga. Dalam waktu itu, ia melakukan hampir semua hal yang dilakukan dokter dan perawat. Ia bahkan ikut dalam ibadah rutin di klinik. Ia dan keluarganya percaya kepada Yesus, tetapi mereka bukan anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
Kemudian, seseorang di klinik mengundang Jesse untuk dibaptis dan menjadi bagian dari anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
Ia menolak. Beberapa waktu kemudian, orang lain kembali mengundangnya untuk dibaptis.
Ia menolak lagi.
Sebenarnya Jesse ingin dibaptis. Ia mengasihi Yesus, tetapi ibunya tidak ingin ia bergabung dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
Namun ketika ada orang yang untuk ketiga kalinya mengundang Jesse untuk dibaptis, ia tidak sanggup lagi berkata tidak. Ia benar-benar ingin dibaptis dengan segenap hatinya.
Tak lama kemudian, Jesse dibaptis di Laut Samudra Hindia. Ia menjadi salah satu orang pertama di Zanzibar yang bergabung dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Saat itu usianya 17 tahun.
Ibunya sangat marah ketika mengetahui hal itu, bahkan mengancam akan mengusir Jesse dari rumah.
Tetapi Jesse sudah menetapkan hatinya.
"Aku sudah memutuskan bahwa inilah jalan yang ingin kutempuh," katanya.
Berkali-kali Jesse datang ke klinik sambil menangis. Ia meminta didoakan, tetapi ia tidak pernah mengubah keputusannya.
Hari ini, Jesse bekerja di klinik itu sebagai seorang perawat. Ia memiliki suami Advent, dan mereka diberkati dengan dua anak Advent. Ia sangat bersyukur pernah menjadi sukarelawan di klinik ketika masih remaja. Pengalaman itu telah mengubah hidupnya selamanya.
Salah satu proyek misi triwulan ini adalah Klinik Advent Zanzibar, yang ditampilkan dalam kisah hari ini. Persembahan Anda akan membantu meningkatkan fasilitas klinik. Terima kasih karena telah memberi dengan murah hati untuk proyek penting ini.