Berita Misi Anak, 8 Agustus 2026.

Nacho dari Spanyol.
Tip Cerita:
*Tunjukkan Spanyol di peta, lalu tunjukkan Sagunto, kota di dekat Valencia di pesisir timur. Kampus Advent Sagunto menerima sebagian dana Persembahan Sabat Tiga Belas pada triwulan pertama tahun 2020 untuk memperluas jurusan teologi.
*Tonton video Nacho di YouTube: bit.ly/Nacho-EUD.
*Tekankan bahwa Nacho mengajarkan pelajaran berharga tentang menunggu dengan sabar. Selama ia berdoa dan menunggu delapan bulan, ia tidak pernah mengeluh tentang sekolah umumnya. Setiap pagi ia pergi ke sekolah dengan senyum dan semangat positif.
*Ceritakan kepada anak-anak bahwa baik untuk menunggu dengan sabar kepada Tuhan, dan ingatkan mereka bahwa ketika kita berdoa, sesuatu sedang terjadi.
CERITA:
Sekolah benar-benar mengejutkan Nacho di Spanyol.
Ketika ia pulang dari hari pertamanya di sekolah baru, ia langsung berlari kepada ibunya dan berseru, "Bu, di sekolah kami tidak ada pelajaran Alkitab. Kami tidak berdoa. Kami tidak belajar atau menghafal ayat-ayat Alkitab. Guruku bahkan tidak tahu tentang Tuhan!"
Sekolah umum Nacho di Spanyol sangat berbeda dengan sekolah Advent yang pernah ia hadiri tahun sebelumnya di kampung halamannya, di Argentina.
Nacho pindah ke Spanyol bersama orang tuanya karena ayahnya melanjutkan studi. Mereka memilih universitas yang dekat dengan sekolah Advent, berharap Nacho bisa bersekolah di sana. Namun, ketika mereka tiba, mereka diberi tahu bahwa semua kelas sudah penuh.
Banyak orang tua ingin anak-anak mereka masuk sekolah Advent, jadi ada daftar tunggu yang panjang. Nacho dimasukkan ke daftar tunggu, dan ibunya berkata, "Kita harus berdoa, Nak. Hanya Tuhan yang bisa membuatkan tempat di sekolah itu. Kalau kamu bisa masuk, itu akan menjadi sebuah mukjizat."
Nacho sangat ingin bersekolah di tempat yang memiliki pelajaran Alkitab, doa, ayat hafalan, dan guru-guru yang mengenal Tuhan. Malam itu, saat ibadah keluarga, ia berdoa dengan sungguh-sungguh: "Yesus yang baik, tolong buka tempat untukku di sekolah itu. Hanya Engkau yang bisa melakukannya. Aku percaya kepada-Mu. Dalam nama Yesus, amin."
Keesokan paginya, sebelum berangkat ke sekolah umum, ia kembali berdoa:
"Berkatilah hari ini dan lindungi kami dengan malaikat-Mu di sekolah. Tetapi juga, tolong buka tempat untukku!"
Ia pergi ke sekolah umum dengan senyum lebar dan hati yang percaya. Saat makan, Nacho biasanya berdoa singkat karena sudah lapar. Tetapi kini doanya sedikit lebih lama: "Yesus yang baik, berkati makanan ini, dan tolong buka tempat untukku di sekolah Advent."
Sebulan berlalu—lalu dua bulan, tiga bulan, empat bulan.
Nacho tidak berhenti berdoa, setiap pagi, setiap malam, dan di setiap waktu makan.
Orang tuanya juga berdoa, meskipun mereka mulai lupa. Tetapi Nacho selalu mengingatkan mereka, dengan lembut berkata, "Jangan lupa berdoa, ya."
Setelah lima bulan berdoa, ibunya mulai ragu. Ia bertanya-tanya, apa yang harus dikatakan kalau Nacho sudah berdoa setahun penuh tetapi belum juga diterima?
"Barangkali Tuhan ingin kamu tetap di sekolah umum supaya kamu bisa menceritakan tentang Yesus kepada teman-temanmu," katanya. "Mari kita berdoa agar kehendak-Nya yang jadi."
Banyak teman Nacho di sekolah umum tidak mengenal Tuhan. Mereka bukan orang Kristen. Jadi Nacho mulai menceritakan tentang Yesus kepada teman-temannya, sambil terus berdoa setiap hari.
Lalu suatu hari, ibu mendengar bahwa beberapa anak di sekolah Advent akan pindah ke kota lain. Namun, tetap saja sepertinya kecil kemungkinan Nacho bisa diterima. Agar dapat tempat untuk Nacho di kelasnya, empat murid harus keluar sekaligus.
Setelah delapan bulan berdoa, ibu menerima telepon dari sekolah Advent. Suaranya bergetar ketika mendengar kabar itu:
"Empat anak di kelas Nacho telah pindah. Sekarang ada tempat kosong untuknya. Nacho bisa mulai di awal tahun ajaran baru!"
Ibu tidak sabar ingin memberi tahu Nacho! Ia segera membeli seragam sekolah Advent dan menaruhnya di dalam sebuah kotak. Setibanya di rumah, ia menyerahkan kotak itu kepada Nacho dan berkata, "Ada paket untukmu. Baru saja datang."
Nacho tak tahu apa isinya. Ketika ia membuka kotak itu, matanya terbelalak. Di dalamnya ada seragam sekolah Advent!
"Tuhan sudah menjawab doamu!" seru Nacho. Wajah Nacho langsung bersinar dengan senyum bahagia. Ia segera memakai seragam itu dan melompat-lompat kegirangan di dalam rumah.
Sekarang, Nacho sangat senang bersekolah di sekolah Advent. Ia suka pelajaran Alkitab, berdoa, menghafal ayat, dan ia senang karena para gurunya mengasihi Tuhan. Nacho berkata, "Tuhan mendengarkan doa dan setia. Dulu aku berpikir Tuhan hanya kadang-kadang menjawab doa. Tetapi setelah pengalaman itu, aku percaya bahwa Tuhan selalu menjawab doa."
Nacho bersekolah di kampus yang pernah menerima sebagian dana dari Persembahan Sabat Ketiga Belas, juga dikenal sebagai Persembahan Proyek Misi Triwulanan. Kampus itu mencakup sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi Advent di Sagunto, dekat Valencia, Spanyol.
Persembahan Sabat Ketiga Belas triwulan ini akan membantu lebih banyak orang di Spanyol dan negara lain di Divisi Inter-Eropa untuk mengenal Yesus.
Terima kasih atas persembahan Anda yang murah hati!