Berita Misi Anak, 3 Oktober 2026.

Katarina dari Finlandia.
Ketika Katarina turun dari pesawat di Finlandia, ia membawa dua koper—dan hati yang sangat kesepian.
Katarina dibesarkan di Slovakia, sebuah negara yang jauh di selatan Finlandia. Ia datang ke kota Helsinki untuk menjalani program magang yang berkaitan dengan studi universitanya. Ia merasa bersemangat—tetapi juga gugup. Ia tidak mengenal siapa pun. Bahkan, ia tidak tahu banyak tentang Finlandia sebelum tiba di sana.
Lalu sesuatu yang tidak terduga terjadi. Karena pembatasan akibat COVID, perbatasan ditutup, dan Katarina tidak bisa pulang ke rumah. Tiba-tiba, petualangan itu tidak lagi terasa menyenangkan. Semuanya justru terasa menakutkan.
Hari-hari musim dingin di Finlandia terasa panjang dan gelap. Salju menutupi jalan-jalan. Matahari seakan menghilang. Katarina merindukan keluarganya. Ia rindu mendengar bahasanya sendiri. Yang paling ia rindukan adalah memiliki seseorang untuk diajak berbicara.
"Aku hanya ingin satu sahabat sejati," katanya kemudian.
Suatu hari, seseorang memberitahunya tentang sebuah kelompok gereja kecil yang berkumpul di sebuah rumah di Helsinki. Tempat itu bukan gedung gereja besar dengan jendela kaca berwarna. Itu hanyalah sebuah rumah tempat para pemuda berkumpul untuk membaca Alkitab, bernyanyi, berdoa, dan makan bersama. Tempat itu disebut OIKOS House.
Katarina tidak tahu apa yang akan ia temui. Tetapi ia memutuskan untuk datang.
Saat ia menekan bel pintu, ia bertanya dalam hati, “Bagaimana kalau aku tidak cocok di sini?” Pintu terbuka, dan wajah-wajah ramah menyambutnya masuk.
Malam itu, orang-orang berbicara dengannya. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian. Mereka bertanya tentang hidupnya. Mereka tidak terburu-buru atau memaksanya. Mereka hanya menunjukkan kepedulian.
Katarina pun terus datang kembali. Kadang mereka bermain permainan papan. Kadang mereka memasak bersama. Kadang mereka mempelajari Alkitab. Tidak ada yang memaksanya untuk percaya. Namun, Katarina mulai melihat sesuatu yang berbeda dari para pemuda itu. Mereka baik hati. Mereka sabar. Mereka tampak sungguh-sungguh saling mengasihi.
"Mereka mengasihiku bahkan saat aku merasa hancur," katanya.
Seiring berjalannya musim dingin, Katarina merasakan dua hal sekaligus-kesepian, tetapi juga penuh harapan.
Suatu malam, ia memutuskan untuk mencoba sesuatu yang belum pernah ia lakukan dengan sungguh-sungguh sebelumnya.
Ia berdoa. "Ya Tuhan," bisiknya, "tolong berikan aku satu sahabat sejati." Ia tidak meminta sepuluh teman. Ia tidak meminta kelompok yang besar. Hanya satu saja.
Tetapi Tuhan memiliki rencana yang lebih besar. Sedikit demi sedikit, Katarina menyadari sesuatu yang luar biasa. Orang-orang di OIKOS House menjadi lebih dari sekadar teman. Mereka menjadi seperti keluarga. Saat ia ingin menangis, ada seseorang yang duduk di sampingnya. Saat ia merasa rindu rumah, ada yang mengundangnya makan bersama. Saat ia memiliki pertanyaan tentang Alkitab, ada yang membuka Kitab Suci bersamanya dan membacanya dengan sabar.
Suatu malam, ia membaca sebuah janji Alkitab yang berkata, "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau" (Yesaya 43:2). Rasanya seperti Tuhan berbicara langsung ke dalam hatinya.
"Untuk pertama kalinya," kata Katarina, "aku merasa dikasihi oleh Tuhan." Doanya yang sederhana untuk satu sahabat ternyata dijawab dengan cara yang tak terduga. Tuhan memberinya sebuah keluarga gereja.
Pada bulan Mei 2021, ketika cuaca mulai menghangat dan es mulai mencair, Katarina membuat sebuah keputusan penting. Ia memilih untuk dibaptis. Di sebuah danau yang indah di Finlandia, dikelilingi oleh keluarga gereja barunya, ia menyerahkan hidupnya kepada Yesus. Itu menjadi salah satu hari paling bahagia dalam hidupnya.
Sekarang, Katarina masih tinggal di Helsinki. Ia membantu menyambut anak-anak muda lain yang datang ke OIKOS House. Ia tahu bagaimana rasanya menjadi orang baru. Ia tahu bagaimana rasanya kesepian. Dan ia ingin orang lain menemukan kasih yang sama seperti yang ia temukan.
"Aku berdoa untuk satu sahabat sejati," katanya sambil tersenyum. "Tuhan memberiku sebuah keluarga."
Di seluruh Finlandia, banyak anak muda sedang mencari persahabatan dan harapan-seperti yang pernah dirasakan Katarina. Sebagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas pada triwulan ini akan membantu OIKOS House untuk berkembang dan memulai kelompok-kelompok gereja rumah yang baru, sehingga lebih banyak orang dapat menemukan tempat untuk merasa diterima. Terima kasih atas pemberian Anda yang murah hati.