Berita Misi Anak, 29 Agustus 2026. 

Lilli dari Austria.



Kebingungan karena Karpet Sapi

Lilli, seorang gadis kecil berusia lima tahun, pergi ke sebuah toko besar di Austria. Tentu saja ia tidak pergi sendirian—oh tidak! Ia pergi bersama ibunya. Tetapi kemudian … ia tersesat.

Inilah yang terjadi.

Hari itu Lilli memakai kaus merah muda kesayangannya saat berjalan bersama ibu naik turun lorong toko besar itu.

Mereka melihat ini dan itu—banyak hal menarik di setiap sudut. Tiba-tiba Lilli berkata,

"Aku mau di sini saja, Bu. Aku mau lihat yang ini."

Yang dimaksud Lilli adalah sebuah karpet yang sedang diskon.

Karpet itu sangat unik—paduan warna cokelat, putih, dan hitam, dan bentuk coraknya mirip seperti kulit sapi!

Lilli ingin berhenti sejenak dan menyentuh "karpet sapi" itu.

Ibu tidak keberatan sama sekali. "Tentu saja," kata Ibu. "Ibu ada di sini, di sebelahmu saja."

Lilli menyentuh karpet itu perlahan dengan ujung jarinya.

Ia membayangkan sedang membelai seekor sapi cantik berwarna cokelat, putih, dan hitam.

Ia bahkan hampir bisa mendengar sapi itu bersuara lembut,

"Mooo, Lilli, mooo."

Tetapi ketika ia menoleh ke atas—di mana ibu?

Ia tidak melihat ibunya di mana pun!

Ia berputar ke kanan dan ke kiri—tetapi tidak ada ibu!

Ketakutan mulai menyelimutinya. Air mata menetes di pipinya.

Ia berdoa dengan lirih, "Tuhan Yesus, tolong bantu aku menemukan ibuku."

Saat itu juga, seorang wanita datang mendekat dan berkata dengan lembut,

"Ada apa, Nak? Kamu kenapa? Apa yang bisa saya bantu?"

Lilli menjawab di sela isak tangis, "Saya sedang mencari ibu saya."

Wanita itu bertanya,

"Di mana terakhir kamu melihat ibumu? Coba tunjukkan tempatnya."

Sambil terisak, Lilli menuntun wanita itu ke tempat karpet sapi—yang bercorak cokelat, putih, dan hitam.

Dan di sana, berdiri seorang wanita yang sangat ia kenal.

Lilli memandangi wajah itu lebih lama …

Apakah benar?

Ya! Ya! Itu ibu!

"Ibu!" seru Lilli.

Dengan pipi basah oleh air mata, ia memeluk ibu erat-erat.

Kini air matanya bukan karena sedih atau takut. Lilli begitu bahagia hingga menangis karena kebahagiaan!

Ibu juga ikut menangis.

Ternyata, ketika Lilli asyik dengan karpet, ibu sempat melihat-lihat barang lain di dekat situ.

Namun ketika ibu menoleh dan tidak melihat Lilli, ibu langsung panik.

Ia berkata kepada orang-orang di toko, "Anak saya hilang! Namanya Lilli, dan dia memakai baju merah muda!" Dalam waktu singkat, banyak orang di toko ikut mencari Lilli.

Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana mereka bisa saling kehilangan.

Ibu merasa tidak meninggalkan Lilli, dan Lilli juga tidak merasa meninggalkan ibunya.

Tetapi entah bagaimana, mereka berpisah dan Lilli tersesat.

Namun, kini itu tidak penting lagi. Yang penting—ibu dan anak akhirnya bertemu kembali! Itu adalah pertemuan paling bahagia hari itu. Semua orang di toko tersenyum lega. Ibu bahagia.

Dan Lilli sangat, sangat bahagia—karena Tuhan Yesus telah menjawab doanya.

Sekarang, Lilli sangat mengasihi Yesus dan selalu berbicara kepada-Nya, bahkan ketika ia tidak sedang tersesat.

Ia bersyukur untuk segala hal dan menceritakan semua hal kepada Tuhan.

Ia bahkan sering bermimpi tentang Yesus di malam hari.

"Aku suka berbicara dengan Yesus dan bermimpi tentang Dia," katanya.

Terima kasih atas Persembahan Sabat Ketiga Belas, juga dikenal sebagai Persembahan Proyek Misi Triwulanan, yang membantu lebih banyak anak mengenal Yesus.

Sekarang Lilli sudah berusia sembilan tahun dan belajar di Sekolah Advent Bogenhofen di Austria, sekolah yang pernah menerima sebagian dana persembahan Sabat Ketiga Belas sebelumnya. Persembahan triwulan ini akan membantu lebih banyak anak di Divisi Inter-Eropa, termasuk Austria, belajar tentang Yesus.

Terima kasih karena sudah merencanakan persembahan yang penuh kasih dengan kemurahan hati!




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp